Hama Tikus dan Banjir Terjang Sawah di Leuwigoong, Petani di Sindangsari Gagal Panen

(Pepen Apendi/Radar Garut)
Tanaman padi di Pabrik perbatasan Leuwigoong- Banyuresmi, hancur diganyang hama tikus. (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

​GARUT – Sejumlah petani dan penggarap sawah di Blok Sarcieuy dan Blok Cileat, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, terpaksa gigit jari.

Harapan untuk memanen hasil bumi sirna setelah tanaman padi mereka ludes diganyang hama tikus dalam beberapa waktu terakhir.

​Kondisi ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang membuat lahan pertanian terendam.

Baca Juga:Dilema Pegawai SPPG Jadi ASN, Sekda Garut: Itu Kewenangan PusatAnggota DPRD Garut Apresiasi TNI, Minta Pemkab Inisiatifkan Gerakan Gotong Royong Atasi Sampah

Salah seorang petani, Enut, mengungkapkan bahwa lokasi sawah yang berada di area Cileat atau dekat dengan selokan Cibudug menjadi titik terparah.

​”Sawah di Cileat dekat selokan Cibudug, gagal panen akibat tanaman padi diganyang hama tikus. Ditambah lagi tanaman padi terendam banjir,” ujar Enut saat ditemui pada Minggu, 8 Februari 2026.

​Menurut para petani, serangan hama tikus kali ini sulit dikendalikan. Meskipun berbagai upaya pemberantasan telah dilakukan secara mandiri, populasi hama tersebut justru semakin merajalela dan merusak batang padi yang tengah tumbuh.

​Kondisi geografis di sekitar selokan Cibudug juga menjadi tantangan tersendiri. Akibat luapan air selokan saat hujan deras, para pemilik sawah di wilayah tersebut bahkan harus menanam padi hingga tiga kali dalam satu musim karena tanaman mereka hancur terendam banjir sebelum sempat dipanen.

​Meski didera kerugian bertubi-tubi, para petani mengaku tidak kapok untuk kembali mengolah lahan mereka. Optimisme masih tersisa bahwa musim tanam berikutnya akan membawa hasil yang lebih maksimal.

​Hal senada disampaikan oleh Ajat, pemilik sawah lainnya. Ia menuturkan bahwa serangan hama tikus memang sangat masif, meski ada sebagian kecil lahan yang masih bisa dipanen walaupun dengan hasil yang sangat minim.

​”Tak semua tanaman padi di sawah hancur diganyang hama tikus. Tak sedikit bisa panen meski hasilnya minim,” tutur Ajat.

Baca Juga:Persigar Matangkan Persiapan Jelang Liga 4 Nasional, Incar Beberapa Pemain BaruKasus Kematian Ibu dan Anak Jadi Sorotan, Dinkes Garut Akan Perketat Pengawasan Pelayanan

​Fenomena serangan tikus ini ternyata tidak hanya terjadi di Leuwigoong. Berdasarkan informasi dari sesama petani di wilayah lain, kondisi serupa juga terjadi di berbagai tempat, di mana tanaman padi hancur akibat serangan hama yang sama. (Pepen Apendi)

0 Komentar