“Sebisa mungkin, kurangi makanan ultra-olahan dan susun pola makan berbasis makanan utuh seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta air putih,” kata David Katz, pendiri True Health Initiative, dikutip dari Economic Times.
Masalahnya, pertumbuhan jaringan awal di usus besar sering kali tidak menimbulkan keluhan. Gejala baru muncul ketika ukurannya membesar, seperti tinja berwarna gelap atau berdarah, nyeri perut, anemia, sembelit berkepanjangan, hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Karena itu, para ahli merekomendasikan skrining kanker kolorektal dimulai sejak usia 45 tahun, atau lebih dini bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga.
Baca Juga:Benarkah Gaya Hanbok Korea Jadi Tren Utama Baju Lebaran 2026?Sengketa Tanah di Garut Kota Mulai Ada Titik Temu
Pola konsumsi rendah serat, tinggi gula dan makanan olahan, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta obesitas diduga berperan besar.
Gaya hidup generasi muda saat ini juga dinilai jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Konsumsi minuman manis dan makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak, aktivitas fisik yang minim karena terlalu lama di depan gawai, serta pola tidur yang tidak teratur membuat risiko muncul lebih dini.(*)
