RADARGARUT.ID – Kanker usus besar yang dulu lekat dengan usia lanjut kini semakin sering menyerang kelompok usia muda, termasuk generasi Z.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan tanda adanya perubahan pola penyakit yang mulai membuat kalangan medis waspada.
Dilansir dari beberapa sumber, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya kaitan kuat antara konsumsi makanan ultra-processed dengan meningkatnya kasus kanker kolorektal pada usia dini.
Baca Juga:Benarkah Gaya Hanbok Korea Jadi Tren Utama Baju Lebaran 2026?Sengketa Tanah di Garut Kota Mulai Ada Titik Temu
Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting di balik melonjaknya angka kanker usus besar di kalangan anak muda di berbagai negara.
Di Amerika Serikat, misalnya, peningkatan kasus kanker usus besar dan rektum pada orang dewasa muda berjalan seiring dengan melonjaknya konsumsi makanan ultra-olahan.
Saat ini, sekitar 70 persen pasokan makanan di Negeri Paman Sam dan hampir 60 persen asupan kalori harian orang dewasa berasal dari jenis makanan tersebut.
Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Oncology dan disebut sebagai yang pertama dalam kategorinya memperkuat bukti bahwa makanan ultra-processed dapat meningkatkan risiko terbentuknya adenoma kolorektal dini.
Adenoma merupakan jaringan abnormal di usus besar atau rektum yang berpotensi berkembang menjadi kanker, bahkan sebelum seseorang menginjak usia 50 tahun.
Dalam penelitian tersebut, sumber utama makanan ultra-olahan yang dikonsumsi peserta meliputi roti dan menu sarapan kemasan, saus dan bumbu instan, serta minuman manis buatan.
Peserta dengan konsumsi tertinggi, sekitar 10 porsi per hari, tercatat memiliki risiko 45 persen lebih besar mengalami pertumbuhan jaringan awal tersebut dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sekitar tiga porsi per hari.
Baca Juga:Tips Menanam Sayuran di Rumah untuk Dapur MandiriHama Tikus dan Banjir Terjang Sawah di Leuwigoong, Petani di Sindangsari Gagal Panen
“Temuan ini memang belum bisa disebut sebagai kesimpulan final, tetapi memberikan sinyal penting bahwa pola makan berperan besar,” ujar penulis senior studi tersebut, Andrew Chan dari Mass General Brigham Cancer Institute.
Para pakar menambahkan, makanan ultra-processed sejak lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan lain, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Jenis makanan ini umumnya mengandung banyak zat tambahan mulai dari pengawet, emulsifier, hingga perisa buatan dengan kandungan serat yang minim, namun tinggi kalori, gula, garam, dan lemak.
