GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum bisa menggambarkan kondisi riil kesejahteraan warga secara akurat.
Pasalnya masih banyak temuan di lapangan yang bertolak belakang dengan DTSEN.
Menurutnya, penilaian itu ketika dirinya selama ini blusukan ke beberapa warga miskin di Garut. Banyak warga miskin yang salah pendataan di DTSEN.
Baca Juga:Mengenal SD Favorit di Garut, Rujukan Orang Tua untuk Pendidikan Dasar Berkualitas Jangan Anggap Sepele! Flu dan DBD Mengancam Saat Musim Pancaroba, Ini Solusinya
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Kecamatan Tarogong Kaler misalnya, Yudha menemukan sejumlah fakta lapangan yang memperlihatkan ketidaksesuaian antara kondisi riil masyarakat dengan data yang tercantum dalam DTSEN.
Diantara temuannya, yaitu kasus seorang anak yatim bernama Bias Setyaning Nagrama yang tinggal di Kampung Sukatani, RT 01 RW 03, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler.
“Ada anak yatim bernama Bias Setyaning Nagrama di kampung Sukatani RT 01 RW 03 Desa sirnajaya kecamatan Tarogong Kaler yang bersekolah di SMK Qurrota Ayun jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura,” katanya.
Selain bersekolah, Bias juga merawat emak Apong Sopiah neneknya yang sudah lima tahun menderita kelumpuhan. Mereka berdua tinggal di rumah peninggalan almarhum ayahnya.
“Ananda Bias masih menunggak uang bangunan sekolah di SMK Qurrota Ayun, juga belum bayar biaya untuk praktik kerja lapangan. Namun ironisnya Ananda Bias masuk dalam desil 6-10 dalam DTSEN sehingga tak mendapatkan program bantuan pemerintah pusat seperti kartu Indonesia pintar,” sambung Yudha.
Selain itu, ia juga menemukan ketidaktepatan data DTSEN terhadap warga lanjut usia di Kecamatan Tarogong Kidul. Ia menyebut kondisi Emak Entit Kartini yang dinilai tidak sesuai dengan klasifikasi kesejahteraan dalam DTSEN.
“Saya mengunjungi emak Entit Kartini lansia duafa yang mengontrak rumah di kampung Mekarsari RT 03 RW 15 desa haurpanggung kecamatan Tarogong kidul,” katanya.
Baca Juga:Tips Lolos CPNS dari Nol: Strategi Belajar, Skema Seleksi, dan Rahasia Sukses Peserta LulusMitos Populer di Garut yang Masih Diyakini hingga Kini
Kondisi Emak Entit yang merawat ketiga cucunya yakni Arda dan ananda Azka yang merupakan anak yatim, ayah meninggal dunia dan ibunya sudah menikah lagi.
“Selain itu, Emak Entit juga merawat ananda Fajar Muhammad sidik seorang anak piatu, ibunya yang bernama Atin herliatin meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja di kabupaten Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat,” sambungnya.
