RADARGARUT – Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan internasional setelah nama-nama tokoh dari negeri ini muncul dalam Epstein files, kumpulan dokumen besar yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) terkait kasus Jeffrey Epstein.
Pada akhir Januari 2026, DOJ merilis jutaan halaman dokumen tambahan termasuk sekitar 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang memicu diskusi global tentang jaringan sosial dan finansial Epstein, seorang financier yang dihukum karena kejahatan seksual dan meninggal pada 2019.
Epstein files mencakup berbagai materi seperti email, log penerbangan, buku kontak, catatan keuangan, dan dokumen pengadilan.
Baca Juga:Menang 2-0 Dari Malut United, Ini Dia Momen Gol Persib 6 Februari 2026Catat! Ini Dia Fasilitas Olahraga Umum Di Garut Yang Harus Kamu Kunjungi
Meski Epstein terkenal karena hubungannya dengan tokoh-tokoh elite dunia, penyebutan Indonesia tidak menunjukkan adanya skandal besar atau keterlibatan langsung dalam kejahatan seksualnya. Sebaliknya, penyebutan ini lebih bersifat kontekstual dan profesional.
Dilansir dari beberapa artikel internasional, pencarian kata kunci “Indonesia” dalam katalog Epstein files menghasilkan sekitar 902 file yang menyebut nama pejabat dan pengusaha Indonesia.
Beberapa nama yang disebut diantaranya Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, Soeharto, Joko Widodo, sampai dengan pemilik perusahaan swasta terbesar di Indonesia.
Penyebutan ini sering kali muncul dalam konteks bisnis, filantropi, atau jaringan keuangan global Epstein, bukan bukti partisipasi dalam aktivitas ilegalnya.
Banyak nama yang muncul bukan berarti bersalah. Seperti ditegaskan berbagai sumber, kehadiran nama dalam dokumen bisa dari pertemuan bisnis, donasi, atau kontak sekilas. Epstein sering memanfaatkan koneksi ini untuk memperkuat pengaruhnya di kalangan elite.
Indonesia, sebagai negara berkembang terbesar di Asia Tenggara dengan ekonomi yang berkembang pesat, memiliki banyak interaksi dengan institusi keuangan global seperti World Bank, tempat Sri Mulyani bekerja.
Epstein, yang memiliki minat pada filantropi dan investasi, mungkin memiliki catatan terkait tokoh-tokoh ekonomi termasuk dari Indonesia.
Baca Juga:Ngebut Berujung Petaka, Mobil Pick Up Tabrak Angkot SamarangAturan Nonton Pertandingan Persib vs Malut United Hari Ini, Bobotoh Wajib Tahu
Kemunculan nama-nama Indonesia dalam Epstein files menimbulkan pertanyaan tentang transparansi elite global. Meski konteksnya lebih ke jaringan bisnis daripada kriminal, hal ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berhubungan dengan figur kontroversial. (*)
