RADARGARUT.ID – Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu tempat ajaib paling ikonik.
Dipuncaknya terdapat padang edelweis di area Tegal Alun dan Pondok Saladah.
Dijuluki “bunga abadi” (Anaphalis javanica), edelweis ini bisa bertahan bertahun-tahun meski sudah kering.
Banyak orang menjadikan edelweis sebagai lambang keabadian dan ketangguhan.
Baca Juga:Gen Z Garut Makin Gemar Olahraga, Gaya Hidup Sehat Jadi Tren BaruLewat Program Wira Hebat, UMKM Garut Didorong Naik Kelas dan Serap Tenaga Kerja
Padang edelweis di sini diklaim sebagai yang terluas se-Asia Tenggara, dengan luas mencapai sekitar 35 hektare.
Hamparan putih lembut ini tersebar di ketinggian sekitar 2.290–2.665 mdpl, dikelilingi kawah aktif, hutan mati (dead forest), dan udara dingin pegunungan yang menyegarkan.
Saat mentari terbit menjadi waktu paling indah untuk menikmati keindahan hamparan edelweis.
Untuk mencapainya, pendaki biasanya mulai dari basecamp (Lawang Angin), melewati kawah fumarol beruap, hutan mati yang eksotis, lalu mendaki jalur terjal sekitar 2,5–3 jam ke Pondok Saladah.
Di sini, hamparan edelweis paling lebat dan cocok untuk camping atau foto-foto.
Tips berkunjung (update 2025-2026)
Tiket masuk Gunung Papandayan sekitar Rp40.000
Waktu terbaik
Musim kemarau (April–Oktober) agar jalur tidak licin.
Pengunjung dilarang mencabut ataupun memetik bunga edelweis demi kelestarian alam
Karena jalur yang ditempuh cukup curam pengunjung disarankan berhati-hati serta membawa air minum yang cukup.
Baca Juga:MUI Garut Desak Penindakan Tegas Peredaran Miras, Siap Kerjasama Dengan Polres dan PemkabBersaing dengan Thailand, Garut Perjuangkan Festival Layang-Layang Dunia 2026 Digelar di Pegunungan
Padang edelweis Papandayan bukan hanya spot Instagramable, tapi juga pengingat keindahan alam Jawa Barat yang harus dijaga. (*)
