Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, DKP Garut Pastikan Stok Pangan Aman dan Surplus

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yani Yuliani
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yani Yuliani
0 Komentar

GARUT – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, menyampaikan terkait ketersediaan pangan cukup aman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Garut, Yani Yuliani, mengatakan bahwa pihaknya secara berkala setiap bulan melakukan pengolahan data pangan dari dinas terkait.

“Iya, kalau untuk data ketersediaan sebetulnya kan kita melakukan pengolahan data setiap bulan, di mana data dasarnya itu adalah dari Dinas Pertanian, Dinas Peternakan Perikanan,” katanya.

Baca Juga:Pemerintah Turunkan Harga BBM, Ini Imbas yang Didapatkan MasyarakatJejak Manis Cokelat Garut: Produk Lokal Kesukaan Gen Z Hingga Milenial

Ia menyebutkan, hingga saat ini ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih tergolong aman.

“Sampai saat ini kalau ketersediaan saya kira masih aman bisa memenuhi kebutuhan masyarakat apalagi menjelang hari besar ya, terutama menjelang bulan puasa, kemudian menjelang hari Raya Idul Fitri nanti,” sebutnya.

Namun menurutnya, ada beberapa komoditi yang perlu supplay dari luar wilayah Kabupaten Garut. Tapi, dari hasil pengolahan data masih dikatakan surplus, artinya tidak ada yang defisit.

“Kalau itu kan komoditinya banyak nih, beberapa komoditi ya, belasan komoditi, puluhan komoditi bahkan, tapi kalau dilihat dari hasil pengolahan itu masih bisa dikatakan surplus lah, nggak ada yang defisit,” katanya.

Yani menjelaskan, ada beberapa komoditi yang perlu diprioritaskan untuk disiapkan jelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, seperti komoditas telur, daging.

Untuk komoditas telur sendiri, lanjut Yani ketersediaannya masih terpenuhi, meskipun ada supplay dari luar Kabupaten Garut.

“Nah sebetulnya gini, kalau menjelang hari besar ya terutama atau menjelang bulan puasa ini tentunya komoditas telur, daging gitu ya itu saya kira menjadi komoditas prioritas yang harus kita siapkan. Untuk telur sendiri sebetulnya masih terpenuhi ketersediaannya meskipun ada supplay dari luar wilayah kabupaten tapi masih aman lah bisa memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga:Berawal dari Charger Laptop, Sebuah Rumah Warga di Cilawu Garut Hangus TerbakarMulai Februari 2026, Harga BBM di Seluruh SPBU Indonesia Resmi Turun

Sehingga, menurut Yani harus ada langkah strategis atau upaya untuk komoditas telur ini bisa terpenuhi oleh masyarakat dalam Kabupaten Garut.

“Sehingga memang perlu ada program-program yang sifatnya masif di dalam pemberdayaan masyarakat untuk budidaya, ayam patelur seperti itu salah satu kegiatannya,” sambungnya.

0 Komentar