RADARGARUT.ID – Pada februari 2026 pemerintah resmi turunkan harga BBM nonsubsisdi. Hal ini berlaku untuk perusahaan seperti Pertamina, Shell dan Vivo.
Penurunan harga produk nonsubsidi ini merupakan kabar yang cukup baik bagi semua sektor. Di Jakrta sendiri Pertamax dihargai Rp11.800 per liternya.
Langkah ini menjadi stimulus yang baik bagi perekonomian. Masyarakat secara tidak langsung dapat merasakan penurunan biaya transportasi dan logistik.
Baca Juga:Jejak Manis Cokelat Garut: Produk Lokal Kesukaan Gen Z Hingga MilenialBerawal dari Charger Laptop, Sebuah Rumah Warga di Cilawu Garut Hangus Terbakar
Harga BBM non subsidi turunan harga sebesar Rp550. Meski angka tersebut cukup tergolong kecil, namun akan berimbas besar terutama pada sektor perekonomian.
Ditengah Era Ekonomi Global Dapat Merangsang Pertumbuhan Masyarakat
Dikutip dari laman resmi Pertamina, pemerhati pembangunan, Mahendra Utama mengatakan bahwa ini bisa merangsang pertumbuhan masyarakat ditengah era ekonomi global yang kurang stabil.
Selain itu ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah untuk menyejahterakan rakyat terus berjalan.
“Bayangin kalau petani di kampung atau nelayan bisa mengehemat belanja solar dan BBM itu sangat berarti untuk cashflow harian mereka,” katanya.
Menurutnya, dampak dari surplus karena turunnya BBM ini dapat merangsang pemutaran dana untuk belanja lokal. Dengan demikian maka produk lokal dapat tumbuh dan bisa berdampak pada penurunan harga dolar.
“Uang yang dihemat dari tangki kendaraan bermotor kalau dibelanjakan untuk produk dalam negeri akan mempercepat pemutaran roda ekonomi untuk Indonesia,” ujarnya.
Penurunan harga BBM ini juga dapat menekan adanya potensi inflasi. Biaya transportasi dan distribusi barang tidak bisa langsung dirasakan masyarakat, dibutuhkan proses untuk pasar menyesuaikan harga saat ini.
Baca Juga:Mulai Februari 2026, Harga BBM di Seluruh SPBU Indonesia Resmi TurunJejak Historis Nama Garut: Interaksi Masyarakat Lokal dan Kolonial di Awal Abad ke-19
Selain berdampak langsung ke pasar, transportasi dan distribusi, hal ini juga berpengaruh secara langsung ke psikologis msayarakat. Masyarakat cenderung bisa merasakan lega terutama bagi mereka pelaku usaha.
Meskipun tidak turun dengan jumlah yang dapat dikatan besar, turunnya harga BBM ini masih menjadi berita baik dan patut disyukuri bagi masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu masyarakat diharapkan dapat secara bijak mengelola surplus dana yang ada dan memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya.(*)
