RADARGARUT.ID – Garut sejak dahulu dikenal sebagai kota produksi berbagai macam komoditas pangan dari cokelat.Hal ini bermula ketika Belanda mulai menjajah Indonesia. Komoditas dan bibit kakao yang dibawa oleh keluarga pengusaha dari Amsterdam, Van Houten diproduksi secara rumahan dan menghasilkan cokelat berkualitas.Pada tahun 1890, Van Houten bersama dengan pengusaha Tionghoa, Khoe Keng Goan mendirikan NP Ceres di Jalan Cimanuk.Hasil produksi cokelatnya sangat mendunia menjadikan Garut sebagai eksportir cokelat untuk eropa pada saat itu.Saat transisi kolonialisme Jepang aset bergarga di NP Ceres mulai ditinggalkan. Semua asetnya dibeli dengan harga murah oleh pengusaha asal Burma di tahun 1942.Meski merupakan kota produksi olahan cokelat, kakao bukanlah komoditas utama. Hal tersebut disebabkan oleh iklim dan cuaca Garut yang membuat tanaman kakao rentan terserang virus.Produksi cokelat Garut memuncak di tahun 1955. Sajian cokelat Garut dihidangkan saat Konferensi Asia Afrika. Respon dari berbagai macam tamu yang hadi disana cukup positif yang berdampak pada pesatnya produksi olahan cokelat.Setelahnya pabrik produksi cokelat dipindahkan ke Bandung untuk mempermudah proses distribusi. Selain daripada itu perluasan pabrik produksi menjadi alasan pemindahan yang dilakukan.Meski demikian produksi olahan cokelat di Kabupaten Garut tetap berkembang. Hingga saat ini cokelat dari Garut masih menjadi pilihan oleh-oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.Salah satu bukti peninggalan dari majunya sektor produksi olahan kakao di Garut bisa kita temui di Jalan Cimanuk. Saat ini bangunan bekas pabrik tersebut terbengkalai tak terawat menjadi saksi bisu sejarah majunya sentra kakao di Jawa Barat.Hingga saat ini berbagai macam produk olahan cokelat dari Garut masih diminati oleh banyak kalangan. Hal ini terbuktinya dari tingginya angka eksport cokelat ke India dan Asia Tenggara.(*)
Jejak Manis Cokelat Garut: Produk Lokal Kesukaan Gen Z Hingga Milenial
