GARUT – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, arus peziarah yang menuju makam Syekh Jafar Sidiq di Cibiuk mengalami peningkatan drastis pada Minggu, 1 Februari 2026.
Lonjakan volume kendaraan ini mengakibatkan lahan parkir, baik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun milik rumah makan di sekitar lokasi, terisi penuh hingga tidak mampu lagi menampung armada yang datang.
Kondisi tersebut memaksa sejumlah bus wisata untuk memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan raya. Fenomena ini pun berdampak pada timbulnya kemacetan di jalur tersebut.
Baca Juga:Tahap Uji Coba Akhirnya Rampung, ETLE di Jalan Cimanuk Garut Mulai BeroperasiJelang Ramadhan 2026, Disperindag Garut Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Aden Saefulloh, salah seorang pemilik warung di area parkir, memberikan kesaksian mengenai situasi di lapangan.
”Jelang Ramadhan, peziarah membeludak. Lahan parkir penuh. Sebagian bus wisata parkir di pinggir jalan,” kata Aden Saefulloh, Minggu, 1 Februari 2026.
Guna mengurai kepadatan, para juru parkir setempat tampak sibuk mengatur keluar masuknya bus wisata dan kendaraan pribadi peziarah.
Meskipun sempat terjadi kemacetan saat bus yang hendak masuk dan keluar lahan parkir, situasi dilaporkan masih dapat diatasi oleh petugas di lapangan.
Seiring berjalannya waktu, intensitas rombongan peziarah terus meningkat hingga sore hari. Terbatasnya ruang parkir resmi membuat banyak pengemudi memilih opsi tercepat dengan parkir di bahu jalan.
Padatnya kendaraan ini juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Cipareuan. Kaur Umum Desa Cipareuan, Tatang Hidayat, mengaku sering memantau kepadatan kendaraan di area wisata religi Sunan Haruman tersebut.
Meski lokasi parkir masuk dalam wilayah administrasi Desa Cipareuan, Tatang menegaskan bahwa pihak pemerintah desa sama sekali tidak terlibat dalam manajemen operasional harian.
Baca Juga:Deretan Fenomena Langit Februari 2026 Dari Bulan Purnama hingga Parade Enam Planet10 Rekomendasi Film Pilihan untuk Merayakan Hari Valentine
Peran desa hanya sebatas melakukan monitoring wilayah. Diketahui, tarif parkir yang diberlakukan oleh para pengelola di lapangan adalah sebesar Rp50.000 untuk bus wisata dan minimal Rp10.000 untuk kendaraan pribadi berukuran kecil.(Pepen Apendi)
