GARUT – Menjelang bulan Ramadhan tahun 2026, Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, terus berupaya mempersiapkan ketersediaan bahan pokok di setiap pasar atau distributor.
Kadisperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, mengatakan bahwa di sektor ekonomi, Disperindag akan kembali memfasilitasi bazar Ramadhan seperti tahun sebelumnya.
“Untuk Bazar Ramadhan ini direncanakan tepatnya di halaman Islamic Center, seperti yang tahun kemarin pun juga di tempat itu, dan tahun sekarang kita coba siapkan juga nih,” kata Ridwan.
Baca Juga:Deretan Fenomena Langit Februari 2026 Dari Bulan Purnama hingga Parade Enam Planet10 Rekomendasi Film Pilihan untuk Merayakan Hari Valentine
Ia menjelaskan, sebagai langkah dari Disperindag untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Garut, serta koordinasi dengan Dinas terkait.
Sampai saat ini, ketersediaan bahan pokok dipastikan selalu aman, meskipun permasalahan fluktuasi harga bahan pokok akan terjadi kapanpun.
“Sampai dengan saat ini, untuk ketersediaan stok itu aman, kalau ketersediaan stok selalu aman lah, dari tahun ke tahun kita pengalaman relatif aman sebetulnya gitu, hanya masalah besar dan kecil fluktuasi seperti ini,” jelasnya.
Untuk Bahan Pokok Penting (Bapokting) menurut Ridwan, ada beberapa Bapokting yang diprediksi akan mengalami kenaikan harga, dimulai dari daging hingga perbumbuan.
“Setiap tahun itu Bapokting menjelang Ramadhan itu biasa daging, baik daging sapi, daging ayam, telur, beras juga, kemudian bumbu, baik bawang, cabai,” ucapnya.
Ia menyebutkan, sebagai langkah menstabilkan harga, pihaknya bersama jajaran UPT selalu rutin berkala melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar-pasar, agar tidak ada penimbunan barang.
“Kalau untuk berupaya menstabilkan harga, di samping kita melakukan sidak. Sidak ke pasar itu menjadi penting karena ya kita ingin memastikan tidak ada penimbunan. Penimbunan di salah satu pasar ataupun di salah satu distribusi, distributor tertentu,” ungkapnya.
Baca Juga:Menyambut Valentine 2026 di Akhir Pekan: Relevansi Historis dan Momentum Berbagi KasihDiet Tetap Jalan Tanpa Nasi Putih, Ini Alternatif Karbohidrat yang Lebih Sehat
Ridwan berharap, dalam momentum-momentum ini pihaknya meminta kepada pelaku usaha agar memikirkan secara bijak dan baik terkait perkembangan harga, karena akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
“Jadi tidak serta-merta menaikkan harga karena ini pun juga akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan kunjungan pun juga sama,” harapnya.
