Lebih lanjut, Rizki mengajak mahasiswa untuk memperkuat gerakan intelektual dengan menyampaikan kritik yang berbasis data dan kajian. Menurutnya, kritik yang disertai argumentasi yang kuat akan lebih mudah diterima dan berdampak positif.
“Kalau kita mau mengkritik, lakukan dengan cara yang bermartabat. Gunakan data, kajian, dan analisis. Jangan hanya emosional, tapi juga rasional,” katanya.
Ia juga menilai penting bagi organisasi mahasiswa untuk terus melakukan pendidikan kader agar memiliki kesadaran politik, sosial, dan kebangsaan yang kuat. Dengan begitu, mahasiswa tidak mudah diarahkan oleh kepentingan sesaat.
Baca Juga:LPSK Ingatkan Bahaya Child Grooming, Kejahatan yang Sering Tak Disadari KorbanKasat Lantas Polres Tasik Berganti, Sukaraja Punya Kapolsek Baru
“Organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter dan nalar kritis. Jangan sampai organisasi justru menjadi alat untuk membungkam suara anggotanya,” tegasnya.
Rizki berharap, mahasiswa di Kabupaten Garut dapat terus mengambil peran aktif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat secara santun dan konstruktif. Ia menilai, kritik yang disampaikan dengan cara yang baik justru akan membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi kebijakan.
“Kami ingin mahasiswa tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Artinya, mendukung jika kebijakannya baik, tapi juga berani mengoreksi jika kebijakannya melenceng dari kepentingan rakyat,” pungkasnya. (*)
