GARUT – Kerusakan jalan, masih menjadi permasalahan utama yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, terutama di wilayah Gunung Gelap, tepatnya di Jalan Raya Cikajang-Pameungpeuk, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut.
Salah satu warga asal Kecamatan Garut Kota, Sandy, menyampaikan bahwa ia sempat beberapa kali ke pantai di Garut Selatan.
Menurutnya, di wilayah gunung gelap kondisi jalannya sangat memperihatinkan dan membahayakan bagi pengguna jalan.
Baca Juga:Rayakan Hari Jadi ke-213, Kabupaten Garut Fokus Gali Sejarah dan Cikal Bakal DaerahDinkes Garut: Gigi Berlubang Menjadi Salah Satu Penyebab Masuknya Penyakit
“Jalan di gunung gelap belum merata perbaikan nya, kondisi jalan yang dilewati masih ada yang memprihatinkan dan dapat membahayakan pengguna jalan, selain berlubang, masih ada jalan yang belum diberi pagar jalan,” ujarnya.
Ia berharap, agar segera ada perbaikan serta perangkat jalan perlu dilengkapi, agar masyarakat merasa aman dan nyaman ketika melewati jalan tersebut.
“Harapannya semoga bisa lebih merata perbaikan jalan nya dan juga di segerakan, selain itu perangkat jalan pun di lengkapi agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, Agus Ismail, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah di koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ya kita sudah koordinasi kan dengan provinsi, karena itu kan kewenangannya provinsi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Agis sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa ia tidak mengetahui detail terkait panjang jalan yang rusak di wilayah gunung gelap tersebut, namun sudah dikoordinasikan dengan pihak UPT.
“Kemarin kita koordinasi dengan UPT. Nah itu kan sedang ada tahap pemeliharaan ke sana,” sebutnya.
Baca Juga:Kantor Imigrasi Garut Resmi Beroperasi, Dorong Investasi dan Awasi Orang AsingWujudkan Kepedulian bagi Pensiunan, UPZ Baznas Telkom Group Resmikan Rutilahu di Wanaraja Garut
Terkait anggaran, kata Agis, pihaknya hanya mengusulkan saja, jadi tidak ada koordinasi terkait anggaran yang dikeluarkan untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Nggak, enggak ada koordinasi dengan kita. Kita hanya sifatnya mengusulkan saja, berkoordinasi saja,” katanya.
Ia menambahkan, memang kondisi di wilayah tersebut sangat rimbun, otomatis berdampak pada kerusakan permukaan tanah.
“Ya karena emang kondisi di sana kan cukup rimbun, kemudian sangat berdampak kepada si percepatan kerusakan alur permukaan,” tutupnya. (Rizka)
