“Melalui kegiatan seperti hidroponik, peternakan ayam petelur, budidaya maggot, hingga lobster, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa mereka terapkan setelah bebas nanti. Harapannya, mereka dapat memiliki bekal usaha mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program kesehatan seperti PEKA DONG menjadi bentuk perhatian Rutan Garut terhadap kondisi fisik dan mental warga binaan.
“Kami menyadari bahwa kesehatan adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Program PEKA DONG kami jalankan agar layanan kesehatan bisa menjangkau langsung warga binaan di blok hunian, sehingga deteksi dini terhadap gangguan kesehatan bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.
Baca Juga:Jadi Bahan Utama Dodol Garut, Kacang Rampong Banyak DicariKetaatan Terhadap Hukum Harus Tercermin dalam Segala Aspek Kehidupan, Termasuk Pembangunan di Jabar
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan upaya yang telah dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Garut. Ia menilai bahwa program pembinaan dan pelayanan yang dijalankan telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan.
“Kami mendorong agar apa yang sudah baik ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pelayanan pemasyarakatan harus berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kusnali. (*)
