Karena itu, Ade mengingatkan kepada para bandar untuk juga waspada dan memastikan kepemilikan tanaman dan lahan pertanian tersebut sebelum melakukan transaksi jual beli.
Bahkan, ia mengaku hampir menjadi korban penipuan serupa. Suatu hari Ade kedatangan seseorang ke rumahnya yang menawarkan jagung manis dan meminta uang muka sebelum panen dilakukan.
“Saya juga nyaris jadi korban. waktu itu pernah ada yang datang ke rumah saya menawarkan jagung, katanya mau panen. dia minta DP (uang muka). Namun karena saya punya feeling bahwa orang ini niatnya tidak baik, saya gak kasih uang muka, tapi saya bilang mau dicek dulu ke lokasi. setelah besoknya dicek, rupanya benar bahwa jagung itu bukan milik dia,” pungkasnya.
Baca Juga:Sampah di Pantai Jadi Sorotan, Disparbud Garut Akan Benahi dan Siapkan Langkah Perbaikan Jelang LebaranBupati Garut Tekankan Respons Cepat Atas Keluhan Masyarakat di Media Sosial
Dengan rentetan kasus penipuan ini, Ade mengingatkan pentingnya prinsip timbang bayar dalam setiap transaksi hasil pertanian. Langkah ini dinilai bisa meminimalkan risiko penipuan dan melindungi petani maupun bandar dari kerugian besar.(Feri)
