Banyak Petani Kena Tipu, Jual Hasil Tanaman Disarankan Harus Timbang Bayar

(Feri/Radar Garut)
Ade bandar hortikultura berbagi cerita di kebun terkait kasus penipuan. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Di Kabupaten Garut marak kasus penipuan dalam transaksi jual beli hasil pertanian. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi petani agar lebih waspada.

Karena tak sedikit petani yang sudah menjadi korban orang tak bertanggung jawab yang membawa kabur hasil panen tanpa dibayar.

Modus penipuan seperti ini biasanya terjadi ketika transaksi jual beli hasil panen.

Baca Juga:Sampah di Pantai Jadi Sorotan, Disparbud Garut Akan Benahi dan Siapkan Langkah Perbaikan Jelang LebaranBupati Garut Tekankan Respons Cepat Atas Keluhan Masyarakat di Media Sosial

Para pelaku penipuan ini biasanya mengaku sebagai bandar (pengepul), melakukan tawar-menawar dengan petani, kemudian mereka membawa hasil pertanian dengan janji pembayaran belakangan.

Namun ketika barang sudah dibawa, pembayaran tidak mereka lakukan sebagaimana janjinya.

Ade, seorang bandar hortikultura di Cibodas, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mengimbau petani supaya lebih waspada dan tidak mudah percaya dalam bertransaksi.

Ia mengaku prihatin karena tak sedikit petani yang sudah menjadi korban penipuan dari penipu yang mengatasnamakan bandar, padahal mereka adalah penipu.

“Jadi sekarang itu jual hasil tani harus timbang bayar, artinya setelah ditimbang langsung dibayar. Jangan mau kalau bandar bawa dulu barang, kemudian bayarnya nanti atau ditransfer. Pada akhirnya barang dibawa, tapi tidak dibayar. Banyak petani yang jadi korban,” ujarnya.

Menurutnya, kasus seperti ini menjadi pengingat karena Ade memahami betul besarnya pengorbanan petani. Mulai dari biaya produksi, waktu, hingga tenaga yang sudah dikeluarkan selama menanam, namun akhirnya harus menelan pil pahit.

Tak hanya petani, Ade juga menceritakan modus penipuan bisa saja menimpa bandar.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Cigedug Terbakar Senin MalamPatroli Dini Hari, Polisi Tegur Empat Pemuda yang Kedapatan Miras di Jalan Ibrahim Adjie

Dalam beberapa kasus, ada penipu yang berpura-pura menjadi pemilik lahan pertanian untuk menjual tanaman, padhaal mereka bukanlah pemiliknya.

“Ada juga kasus seperti ini. biasanya penipu itu suka mengintai lahan pertanian yang sudah siap panen. mereka diam di situ, kemudian datang lah bandar ke sana dan menanyakan tanaman tersebut,” katanya.

Kemudian, menurut Ade, penipu tersebut mengaku sebagai pemilik lahan dan proses transaksi berlangsung.

“Lalu si penipu mengaku bahwa dia pemilik lahan. Kemudian terjadilah transaksi jual beli dan sudah dibayar. pas besoknya mau dipanen, pemilik aslinya datang dan komplain, bahwa yang akan dipanen itu miliknya,” ujar ade.

0 Komentar