Wabup Garut Segera Realisasikan Janji Kampanye Bantuan Rp2 Juta per KK, Fokus Desil 1

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina
0 Komentar

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dan wakil bupati Putri Karlina pada pilkada lalu sempat memberikan janji kampanyenya dengan pemberian bantuan sosial (bansos) sebesar Rp2 juta per Kepala Keluarga (KK).

Program tersebut rencananya akan menyasar bagi warga miskin atau warga dengan kategori desil 1.

Saat dikonfirmasi kelanjutan janji tersebut, Putri Karlina menyampaikan bahwa program bantuan tersebut masih terus dalam pembahasan.

Baca Juga:Bupati Garut Tertarik Dorong Budidaya Kedelai, di Garut Nyaris Tidak ada yang TanamKhutbah Jumat: Amal yang Terus Mengalir Setelah Kematian

“Ini lagi mau kita omongin, kan sudah masuk 2026 yang jelas kita ingin hati-hati sekali karena itu kan bansos dari Pemda,” ujar Putri Karlina, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa program bantuan tersebut akan dilakukan secara hati-hati agar bantuan tersebut benar-benat tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat miskin yang tidak pernah tersentuh bantuan apapun.

“Kita mau hati-hati milihnya karena kita ingin memberikan kepada yang tidak dapat bantuan sama sekali,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun mekanisme penyalurannya masih dalam tahap pembahasan.

“Ya, berbentuk uang tapi dilihat nanti penyalurannya bagaimana,” jelasnya.

Terkait anggaran, Putri memastikan bahwa program bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Garut. “Ya, dari APBD Garut, kalau bantuan dari pusat itu beda lagi,” ucapnya.

Dalam menentukan penerima bantuan, Putri mengungkapkan, akan mengacu pada data desil yang telah tersedia.

Namun, menurutnya, data tersebut masih akan disamakan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih akurat.

Baca Juga:Mengenal 3 Pesantren Besar di Garut yang Berperan Penting dalam Pendidikan IslamDiduga Terlalu Dekat Rel, Warga Cibatu Tertemper KA Commuter Line

“Nanti kita akurkan, makanya ini mau kita rapatkan terus. Kita hati-hati sekali dalam penyalurannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa bantuan Rp2 juta per KK tersebut diberikan satu kali dalam setahun.

“Bantuanya itu setahun sekali, itu total dalam satu tahun. Kan kalau kaya bantuan-bantuan lain juga kalau di total total jumlahnya segitu dalam setahun,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar