RADARGARUT.ID – Garut, Jawa Barat, tak hanya dikenal lewat keindahan alamnya. Daerah ini juga menyimpan kekayaan seni tradisi lokal yang hingga kini masih terjaga.
Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, setidaknya ada tiga seni khas Garut yang tetap bertahan dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan seni-seni tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai budaya dan sejarah yang hidup di tengah masyarakat.
Menariknya, salah satu di antaranya berasal dari Kecamatan Malangbong.
Baca Juga:Keuangan Rumah Tangga Lebih Stabil, Ini 10 Langkah yang Bisa DiterapkanDari Niat Berbagi, Warung Ikhlas di Garut Setiap Hari Sajikan Ratusan Porsi Gratis
Lantas, seni apa saja yang masih kokoh eksis di tengah wajah Garut yang kian modern? Mari kita ulas satu per satu.
1. Badeng Malangbong
Badeng merupakan seni pertunjukan tradisional yang memanfaatkan instrumen angklung dan tumbuh kuat dalam sejarah serta budaya masyarakat Kabupaten Garut.
Pada awal kemunculannya, kesenian ini digunakan sebagai media dakwah Islam.
Seiring waktu, Badeng berkembang menjadi pertunjukan yang memadukan unsur tari, musik, dan tembang, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan cara yang menghibur.
Sejarah Badeng berawal pada akhir abad ke-17. Kesenian ini diperkenalkan oleh Arfaen Nursaen, yang lebih dikenal dengan sebutan Lurah Acok.
Ia datang ke Kampung Sanding, Desa Girimakmur, Kecamatan Malangbong, dengan misi menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat.
Dalam prosesnya, berbagai alat musik dipadukan dan diolah menjadi irama yang mudah diterima, sehingga pesan dakwah dapat tersampaikan secara halus.
Nama “Badeng” sendiri diyakini berasal dari kata Bahadrang atau Bahadreng, yang bermakna berkumpul untuk bermusyawarah.
Baca Juga:Ponsel Wartawan Pasundan Ekspres Dilempar ke Situ Cigayonggong Saat Liputan TambangSTIT Qurrota A’yun Garut Perpanjang Kerja Sama Tridarma dengan STIT NU Al Farabi
Makna tersebut merefleksikan tujuan awal kesenian ini, yakni mengajak masyarakat untuk berkumpul, berdialog, dan perlahan mengenal serta menerima ajaran Islam.
2. Dodombaan Bayongbong
Desa Panembong yang terletak di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menyimpan warisan budaya unik yang dikenal sebagai Dodombaan.
Kesenian ini menampilkan perpaduan keahlian pesilat, di mana pelaku utama dipanggul menggunakan struktur jampana berbentuk Domba Garut oleh empat personel lainnya.
Secara historis, Dodombaan merupakan bentuk pengembangan kreatif atas pengaruh kesenian dari luar daerah yang kemudian menetap menjadi tradisi setempat.
3. Seni lais
Kabupaten Garut juga memiliki warisan akrobatik unik bernama Seni Lais, yang berasal dari Kampung Nangka Pait, Sukawening.
