GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, sebelumnya telah melakukan pelantikan dan rotasi mutasi pada Jabatan Struktural dan Fungsional di lingkungan pemerintah kabupaten Garut.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut, Encep Suherman, mengungkapkan terkait masih banyak persoalan ataupun PR di Dinas Pendidikan Garut.
Menurutnya, banyak kepala sekolah, guru, para pengawas di Garut yang merasa resah terkait rotasi mutasi baik itu di Dinas Pendidikan, maupun di lingkungan sekolah.
Baca Juga:Wabup Garut Segera Realisasikan Janji Kampanye Bantuan Rp2 Juta per KK, Fokus Desil 1Bupati Garut Tertarik Dorong Budidaya Kedelai, di Garut Nyaris Tidak ada yang Tanam
“Bahwa keresahan guru yang sekarang, keresahan kepala sekolah yang sekarang, keresahan pengawas yang sekarang tentang rotasi mutasi guru,” ungkapnya.
Selain keresahan, kata Encep, masih banyak sekitar ribuan guru honorer di Garut yang belum terselesaikan permasalahannya, sehingga ia berharap agar tidak terputus mata rantainya.
“Terus sekarang kan ada PR besar yang sekarang belum tuntas apa itu. Di Garut pun ada guru honorer yang jumlahnya ribuan yang belum tertuntaskan, yang kami harapkan itu tidak terputus mata rantainya. Siapapun pejabatnya nanti ya, tidak terputus mata rantainya,” katanya.
Ia menjelaskan terkait rotasi dan mutasi jabatan, bahwa jangan sampai peralihan jabatan memicu permasalahan baru, artinya pejabat sebelumnya ke pejabat yang baru harus berkesinambungan, terutama pada program kerja.
“Misalnya gini, kalau dulu misalnya bidang kepegawaian, katakanlah garapan Pak Erom, penerusnya itu harus terus ya, jangan sampai ini jadi hal baru lagi, kan kasihan lapangan. Ini misalnya sudah mau sampai di muara, kemudian terputus karena ada program baru, saya pikir jangan ada pejabat baru, programnya jadi piur baru, tapi harus berkesinambungan,” jelasnya.
Encep menambahkan, rotasi mutasi para guru PNS sudah bermasalah dari sejak tahun 2019, bertahun-tahun belum terselesaikan hingga sekarang.
“Rotasi mutasi para guru PNS yang 2019, sekarang sudah bertahun-tahun belum terselesaikan. Kemarin kan Ibu Kepala BKD, Pak Kadis sudah menjanjikan malahan akhir Desember kemarin semua persoalan itu akan teruntaskan. Tapi sekarang terkendala dengan sistem, tapi bukan satu-satunya alasan,” tambahnya.
Baca Juga:Khutbah Jumat: Amal yang Terus Mengalir Setelah KematianMengenal 3 Pesantren Besar di Garut yang Berperan Penting dalam Pendidikan Islam
Kendati demikian, PGRI akan tetap mengawal terkait PR ataupun permasalahan yang sangat krusial bagi para guru, dan tendik lainnya, agar secepatnya terselesaikan.
