Ketua Baznas Garut Menilai Pemberian Modal Usaha dari Zakat Lebih Berkah dan Berkelanjutan

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi
0 Komentar

GARUT – Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi mengungkap fakta yang luar biasa dari zakat. Menurutnya, zakat telah terbukti memberikan keberkahan dalam sendi kehidupan, terutama dalam dunia usaha.

Ia membuktikan bahwa dengan pemberian modal usaha kepada masyarakat yang bersumber dari zakat, hasilnya terbukti maju dan berkelanjutan.

“Itulah kenapa tagline dari zakat adalah zakat menguatkan Indonesia Filosofinya, satu, harta zakat itu mensucikan dan membersihkan. Bahwa dengan harta para ASN atau yang lain sudah berzakat, itu membersihkan dan mensucikan. Juga ada tali untuk kedermawanan, filosofinya,” ujar Abdullah Efendi belum lama ini.

Baca Juga:Wabup Garut Segera Realisasikan Janji Kampanye Bantuan Rp2 Juta per KK, Fokus Desil 1Bupati Garut Tertarik Dorong Budidaya Kedelai, di Garut Nyaris Tidak ada yang Tanam

Abdullah Efendi menerangkan, sebagai bukti dari keberkahan zakat ini terlihat dari sebuah kelompok tani jagung di daerah Kecamatan Banjarwangi. Di daerah tersebut pernah diberikan bantuan permodalan dari Baznas RI.

Menurutnya, sampai sekarang kelompok jagung ini berhasil maju dan berkembang usahanya.

Bahkan, dari hasil tani jagung itu, mereka pun kembali berzakat ke Baznas Garut. dan dari zakat mereka itu, kembali disalurkan kepada kelompok masyarakat lain untuk ternak domba. Sehingga perputaran uang ini sifatnya berkelanjutan.

“Sampai sekarang ada di Banjarwangi itu adalah kelompok jagung. Sampai sekarang mereka setelah berpanen jagungnya, berzakat lalu si mustahik ada lagi yang menanam jagung dari uang zakat tersebut sampai sekarang sustainable dan diberikan ternak domba juga diberikan kemarin oleh Dinas Perikanan dan Kelautan tahun 2004 diberikan ikan di kolam kelompok tersebut,” terangnya.

Ia juga menceritakan efek luar biasa dari zakat ini pernah membuat pejabat di Kementerian Pertanian merasa heran.

Karena jika dibandingkan dengan bantuan hibah yang diberikan Kementerian Pertanian, jarang yang bisa berkembang seperti dari zakat ini.

“Malahan pernah dipantau dari Kementerian Pertanian sampai nyelonong Kementerian Pertanian. Kenapa kalau dari APBN? Kok hangus cenah. Tapi dengan zakat tetap eksis sampai sekarang,” katanya bangga.

Baca Juga:Khutbah Jumat: Amal yang Terus Mengalir Setelah KematianMengenal 3 Pesantren Besar di Garut yang Berperan Penting dalam Pendidikan Islam

Abdullah ingin mengajak Bupati Garut untuk memantau ke lokasi tersebut. Ia ingin menunjukkan betapa berhasilnya usaha yang bersumber dari zakat.

“Kalau Pak Bupati mau ke Banjarwangi nanti bisa sama-sama dengan saya, dengan kami ke sana, Bupati sambil ngaliwet kalau mau melihat tadi ada jagung itu biayanya hampir satu miliar dari BAZNAS RI,” ujarnya.(Feri)

0 Komentar