RADARGARUT.ID – Mendaki gunung menjadi aktivitas yang semakin diminati, terutama oleh kalangan pemula yang ingin merasakan keindahan alam dari ketinggian.
Namun di balik pesonanya, aktivitas ini menyimpan risiko serius, salah satunya hipotermia. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah batas normal dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, pemahaman dan persiapan yang matang menjadi kunci utama agar pendaki pemula tetap aman.
Baca Juga:Garut Akan Diguyur Hujan hingga Akhir Pekan, BMKG Jabar Imbau Warga Tetap Waspada!Awas Biaya Admin! Simak Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI
Memahami Apa Itu Hipotermia
Kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Di gunung, kondisi ini bisa dipicu oleh cuaca dingin, angin kencang, hujan, pakaian basah, kelelahan, hingga kurangnya asupan makanan.
Gejala awal hipotermia antara lain menggigil hebat, bicara pelo, tubuh lemas, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.
Bagi pendaki pemula, minimnya pengalaman sering kali membuat risiko ini semakin besar, terutama jika mendaki tanpa persiapan yang memadai.
Gunakan Pakaian yang Tepat
Pemilihan pakaian menjadi faktor paling penting. Pendaki disarankan menggunakan sistem layering atau berlapis.
Lapisan pertama sebaiknya berbahan yang mampu menyerap keringat, lapisan kedua berfungsi sebagai penghangat, dan lapisan luar harus tahan angin serta air.
Hindari pakaian berbahan katun karena mudah menyerap air dan lama kering, sehingga membuat tubuh cepat dingin. Selain itu, selalu siapkan jaket tebal, penutup kepala, sarung tangan, dan kaus kaki cadangan.
Jaga Tubuh Tetap Kering
Tubuh yang basah akan mempercepat penurunan suhu tubuh. Jika terkena hujan atau keringat berlebih, segera ganti pakaian yang basah dengan yang kering saat beristirahat. Gunakan jas hujan dan pastikan barang bawaan terlindungi agar tidak lembap.
Baca Juga:Di Mata Bojan Hodak, Inilah Pemain Persib Paling IstimewaYamaha XSR 155: Kelebihan & Kekurangan Motor Sport Retro Terbaru di Indonesia
Cukupi Asupan Makanan dan Minuman
Makanan berperan penting dalam menjaga suhu tubuh. Konsumsi makanan tinggi kalori seperti cokelat, kacang-kacangan, atau makanan instan yang mudah diolah.
Minuman hangat juga sangat dianjurkan untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Pendaki pemula sering kali lupa makan karena fokus berjalan. Padahal, kekurangan energi dapat mempercepat munculnya gejala hipotermia.
Atur Ritme Pendaki
Jangan memaksakan diri berjalan terlalu cepat. Pendakian yang terlalu agresif dapat menyebabkan tubuh berkeringat berlebihan, lalu kedinginan saat berhenti.
