GARUT – Bupati Garut Abusy Syakur Amin tertarik untuk mendorong budidaya kedelai di Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa kedelai merupakan produk pangan yang vital dan Garut menurutnya cocok untuk budidaya kedelai.
Syakur sendiri sudah komunikasi dengan Rektor UNPAD terkait bagiamana potensi budidaya kedelai di Garut, dan menurutnya kedelai berpotensi menjadi komoditi yang bisa dikembangkan di Garut.
“Saya tadi bicara ke Rektor Unpad terkait dengan bagaimana kita mendorong budidaya kedelai di Garut. Karena dari yang kita pelajari, ya kita ketahui juga sebenarnya Garut juga cocok untuk budidaya,” ujar Syakur belum lama ini ketika menghadiri acara kick off pemberdayaan UMKM di MDL 525.
Baca Juga:Khutbah Jumat: Amal yang Terus Mengalir Setelah KematianMengenal 3 Pesantren Besar di Garut yang Berperan Penting dalam Pendidikan Islam
Ia mengatakan, Indonesia sekarang ini impor kedelai kurang lebih di 2,6 juta ton. Kebutuhan Indonesia terhadap kedelai masih sangat besar. Karena itulah menurutnya, Garut berpeluang menjadi pemain utama dalam produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Sekarang ini Indonesia mengimpor hampir 2,6 juta ton ya, berarti ini juga peluang buat kita karena apalagi kedelai itu kan produk yang vital ya, dalam arti banyak digunakan untuk produk-produk makanan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan bahwa Kabupaten Garut sekarang ini nyaris tidak ada lagi yang menanam kedelai.
Beberapa tahun ke belakang Garut sempat menanam kedelai dan sentranya ada di Kecamatan Cibatu.
“Sudah habis sekarang mah pak. Sudah hampir tidak ada lagi yang membudidayakan,” ujar Ardhy. (Feri)
