Tahun 2025 TBC di Garut Capai 9 ribu Kasus, Dinkes Upayakan Penurunan

Tahun 2025 TBC di Garut Capai 9 ribu Kasus, Dinkes Upayakan Penurunan. (Ilustrasi TBC: Freepik/radargarut.id)
Tahun 2025 TBC di Garut Capai 9 ribu Kasus, Dinkes Upayakan Penurunan. (Ilustrasi TBC: Freepik/radargarut.id)
0 Komentar

GARUT – Kabupaten Garut masih dihadapkan pada berbagai persoalan kesehatan pada tahun 2025, baik penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus tertinggi adalah Tuberkulosis (TBC).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, jumlah pasien TBC pada tahun 2025 mencapai sekitar 9.000 kasus. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 8.000 kasus pada 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menjelaskan, bahwa meningkatnya jumlah kasus TBC bukan karena melonjaknya penularan, melainkan akibat dari upaya penemuan kasus yang dilakukan Dinkes Garut lebih gencar.

Baca Juga:Anggaran Perbaikan Insfrastruktur Jalan Turun, PUPR Garut Hanya Fokus Rehab 19 Ruas Jalan di 2026Sekda Garut Pastikan Program Rumah Sehat BAZNAS Pusat Segera Direalisasikan

“Kita memang masih dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular. Penyakit menular seperti TBC kita masih tinggi, ada sekitar 9 ribu pasien TBC di Garut tahun 2025,” jelas Leli.

Ia mengungkapkan, peningkatan jumlah temuan kasus terjadi karena pihaknya yang fokus pada pencarian penderita TBC secara terus menerus agar penderita penyakit tersebut dapat segera ditangani.

“Kenapa meningkat? Karena memang upaya kita untuk menemukan penderita TBC itu lebih gencar lagi. Jadi kita upayakan menemukan penderita TBC sebanyak banyaknya untuk segera kita obati secepatnya, untuk kita temukan kemudian kita obati,” ungkapnya.

Menurut Leli, langkah tersebut penting dilakukan guna memutus penularan TBC di masyarakat. Dengan pengobatan yang cepat dan tuntas, diharapkan penderita TBC tidak lagi menularkan penyakit kepada orang lain.

“Sehingga kita berharap, mereka tidak menularkan kepada yang lain,” katanya.

Ia memprediksi, peningkatan kasus TBC masih akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, setelah penemuan tersebut, angka kasus diharapkan mulai menurun.

“Kalau dua sampai tiga tahun mungkin kita kesanya seperti naik dulu, karena memang kita melakukan pencarian lebih gencar lagi. Setelah itu, diharapkan mulai menurun di 2030,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar