Ponsel Wartawan Pasundan Ekspres Dilempar ke Situ Cigayonggong Saat Liputan Tambang

Proses pencarian HP wartawan yang dilempar oknum ormas ke Situ Cigayonggong. (Istimewa)
Proses pencarian HP wartawan yang dilempar oknum ormas ke Situ Cigayonggong. (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Kebebasan pers kembali mendapat ujian. Saat tengah menjalankan tugas jurnalistik terkait isu pertambangan di wilayah Subang Selatan.

Dilansir dari Pasundan Ekspres, diketahui seorang wartawan Pasundan Ekspres mengalami tindakan yang diduga sebagai bentuk perintangan kerja pers.

Insiden tersebut bahkan berujung pada ponsel wartawan yang dilempar ke Situ Cigayonggong.

Baca Juga:STIT Qurrota A’yun Garut Perpanjang Kerja Sama Tridarma dengan STIT NU Al FarabiMuhammad Ridwan, Pengusaha Sukses Asal Garut yang Mengubah Kebun Menjadi Inspirasi Dunia

Peristiwa itu dialami oleh Hadi Martadinata, wartawan Pasundan Ekspres, yang saat itu sedang melakukan peliputan seputar aktivitas tambang.

Ia diduga mendapat perlakuan tidak kooperatif dari salah satu oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Dalam kejadian tersebut, ponsel yang menjadi alat utama kerja jurnalistik Hadi dilempar ke Situ Cigayonggong oleh oknum yang bersangkutan.

Insiden itu terjadi pada Rabu malam, 21 Januari 2026. Hadi menjelaskan bahwa sebelum kejadian, dirinya menerima panggilan telepon dari seorang oknum ormas yang mengajaknya bertemu di kawasan Situ Cigayonggong sekitar pukul 20.00 WIB.

“Sekitar jam delapan malam, salah satu oknum Ormas di Kecamatan Kasomalang menelepon dan mengajak ketemu di Situ Cigayonggong, di Saung Baladewa,” ujar Hadi, Kamis 22 Januari 2026.

Hadi mengaku datang sendiri ke lokasi pertemuan. Sebelumnya, ia sempat memastikan apakah oknum tersebut akan datang seorang diri atau bersama orang lain, dan mendapat jawaban bahwa yang bersangkutan datang sendiri.

Namun kenyataannya, saat Hadi tiba di lokasi, oknum ormas tersebut datang bersama temannya.

Baca Juga:Tahun 2025 TBC di Garut Capai 9 ribu Kasus, Dinkes Upayakan PenurunanAnggaran Perbaikan Insfrastruktur Jalan Turun, PUPR Garut Hanya Fokus Rehab 19 Ruas Jalan di 2026

“Saya datang sendiri. Setelah parkir motor, saya menghampiri beliau. Baru ngobrol sedikit, tiba-tiba handphone saya langsung dilempar ke Situ Cigayonggong. Saya tidak tahu apa maksud dan tujuannya, karena tidak ada penjelasan apa pun,” katanya.

Menurut Hadi, tidak ada dialog atau penjelasan yang mendahului tindakan tersebut. Ia sempat menyampaikan bahwa pemberitaan yang dilakukannya terkait isu tambang merupakan bagian dari kepentingan publik.

Ia juga mengaku tidak mengetahui apakah ajakan pertemuan itu murni inisiatif pribadi oknum ormas tersebut atau atas arahan pihak lain.

Namun, Hadi menilai tindakan melempar ponsel sebagai sikap tidak kooperatif yang jelas menghambat kerja jurnalistik.

0 Komentar