Anggaran Perbaikan Insfrastruktur Jalan Turun, PUPR Garut Hanya Fokus Rehab 19 Ruas Jalan di 2026

Bupati Garut resmikan perbaikan jalan
Bupati Garut resmikan perbaikan jalan (Foto Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Agis sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa pada tahun 2026 pihaknya mengalokasikan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) jalan kabupaten sekitar Rp 28,4 miliar.

Anggaran tersebut hanya mampu menangani 19 ruas jalan dengan total panjang sekitar 17,5 kilometer.

Baca Juga:Sekda Garut Pastikan Program Rumah Sehat BAZNAS Pusat Segera DirealisasikanTiga Pelaku Kasus Jaminan Fidusia dan Penggelapan Motor Diamankan Polsek Garut Kota

“Total rehab rekon jalan kabupaten kita kecil hanya sekitar Rp28,4 miliaran. Panjangnya hanya 17,5 kilometer di 19 ruas jalan, karena anggarannya sedikit habis buat PPPK sama yang lain,” ujar Agus.

Selain rehab rekon, Agis juga menyebutkan, bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan sekitar Rp14 miliar. Sementara itu, sebagian anggaran lainnya diperuntukkan bagi pembangunan jalan desa.

Secara keseluruhan, total anggaran pembangunan infrastruktur jalan PUPR Garut pada 2026 hanya berada di kisaran Rp 60 miliar.

“Kurang lebih untuk total pembangunan kita hanya sekitar Rp60 miliar. Tahun 2025 Rp 85 miliaran, sekarang Rp 60 miliaran, kita harus membagi dengan yang lain,” kata Agis.

Agis menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi BPK, kebutuhan ideal anggaran pemeliharaan jalan di Kabupaten Garut seharusnya mencapai Rp 48 miliar apabila ingin kualitasnya jauh lebih baik.

“Paling minim sekali itu Rp 24 miliar, tapi sekarang alhamdulillah masih mending. Tahun-tahun sebelumnya lebih rendah lagi, ada yang Rp 10 miliar, ada yang Rp 7 miliar,” jelasnya.

Agis menambahkan, bahwa seluruh anggaran tersebut merupakan sumber dari APBD Kabupaten Garut. “Ya, dari APBD, kalau dari provinsi, pusat itu belum,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar