GARUT – Pabrik PT. Mandala 525 Garut, menggandeng para UMKM lokal dan kelompok masyarakat sebagai supplier pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut.
Direktur Utama PT.Mandala 525 Garut, Haris, menyampaikan sejak tahun 2000 MDL 525 sudah menciptakan susu bubuk kedelai, dan kualitas sama bagusnya dengan impor.
“Tentu, kalau kami kan dari semenjak tahun 2000 sudah menciptakan susu bubuk kedelai kan. Penggunaannya juga dari lokal dan dari impor juga ada, tapi untuk perbandingan kualitasnya sama-sama bagus, baik dari lokal maupun dari impor,” ujarnya saat diwawancarai.
Baca Juga:Pegawai SPPG Bisa Jadi PPPK Atau ASN, Fagar Garut Sebut Nasib Guru Honorer Masih Terombang-ambingBaznas Garut Dorong Optimalisasi Zakat ASN, Bupati : Jangan Hanya Andalkan ASN
Haris menegaskan, pihak MDL 525 dalam hal ini hanya sebagai penjamin kualitas saja, dengan seluruh kapasitas dan teknologi yang dimiliki.
“Dari program ini bahwa kami MDL 525 hanya menjamin kualitasnya saja, dengan teknologi yang kami punya dengan kapasitas pabrik yang kami punya, kami sudah berizin BPOM dan juga bersertifikasi CPOB, menjamin kualitas dengan standar nasional Indonesia,” katanya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan bahwa para UMKM ini dihadapi dengan beberapa persoalan, terutama terkait bahan baku.
“Pertama dari bahan baku. Bahan baku itu ada jaminan dari teman-teman di sini bahan baku akan tersedia, jadi masalah proses produksinya itu ada jaminan juga dari UNPAD dan juga teman-teman di sini. Dan yang tidak terpenting adalah masalah keamanan pangan,” katanya.
Syakur menyampaikan, bahwa Dinkes Garut turut hadir untuk memastikan dan menjamin produk lokal yang dibuat itu aman, dan bisa disimpan panjang.
“Tadi juga dinas kesehatan juga turun, menjamin produk-produk yang dibuat itu akan menunjukkan keselamatan keamanan pangan yang baik. Sehingga makanan itu bisa dikonsumsi dengan aman dan bisa disimpan panjang. Nah itu dari aspek pasarnya, kita berharap bahwa kita melakukan kolaborasi dengan MBG ya,” ucapnya.
Ia menyebutkan, pihaknya akan mengirim surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk direkomendasikan terkait produk lokal bisa menjadi supplier ke MBG, karena kewenangan ini ada di SPPG masing-masing.
Baca Juga:Tak Hanya Ciawitali, Sejumlah Pasar Tradisional di Garut Direvitalisasi Bertahap Tahun 2026Sepanjang 2025 Terjadi 332 Bencana di Garut, Selatan Tergolong Paling Signifikan
“Kita juga akan coba nanti bikin surat ke BGN, barangkali semacam dipertimbangkan untuk direkomendasikan. Karena sebetulnya kan kewenangan ini ada di SPPG masing-masing, kita kasih kesempatan dibukakan informasi ini dan juga inisiatif teman-teman ya, mendekati ke sana,” katanya.
