Ada pula soft cookies isi lumer seharga Rp15 ribuan, roti daisy, brownies, hingga bolu ketan lumer yang dikenal cepat habis karena rasanya yang khas.
Meski masih berbasis usaha rumahan di Jalan Terusan Pembangunan Nomor 6, Garut, Mirbai tidak membatasi jangkauan pasarnya. Penjualan online yang aktif membuat produk Mirbai dapat dinikmati oleh pelanggan lokal hingga wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Garut.
Tak berhenti pada produksi dan penjualan, Mirbai juga berupaya membangun ekosistem kreatif di daerah. Melalui kelas-kelas yang kreatif dan interaktif, Mirbai membuka ruang belajar serta kolaborasi bagi pelaku usaha dan individu yang ingin berkembang bersama.
Baca Juga:Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polres Garut Sambangi SD dan SMPPedagang Pasar Tradisional Tergerus Masifnya Perdagangan Online, Disperindag Garut Siapkan Langkah dan Upaya
“Alhamdulillah, jaringan mitra Mirbai terus bertumbuh. Selain menyuplai kue dan roti, kami juga membantu meningkatkan minat pelanggan untuk datang ke kafe atau UMKM melalui kegiatan hands-on demo dan baking class,” ungkap Raisa.
Mirbai pun terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi produk. Menurut Raisa, kolaborasi bukan hanya soal keuntungan semata, tetapi juga tentang menghidupkan ekosistem usaha yang saling mendukung di Garut.
“Kami percaya setiap karya besar selalu dimulai dari satu keberanian kecil. Bagi saya, membangun bisnis bukan hanya tentang menciptakan kue dan roti, tapi tentang bagaimana kita bertumbuh dan berdampak untuk banyak orang,” tutupnya.
Kisah Mirbai Cake menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu naik kelas ketika kualitas produk, inovasi layanan, dan semangat kolaborasi berjalan beriringan. Sebuah inspirasi dari Garut, bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari dapur sederhana.(*)
