GARUT – Menghadapi kondisi geografis Kabupaten Garut yang dikenal rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus memperkuat kesiapsiagaan internal melalui Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Termin Pertama bagi seluruh pegawai, yang dilaksanakan pada Kamis 15 Januari 2026 di Aula Lapas Kelas IIA Garut.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis mitigasi bencana guna meningkatkan kesiapan petugas dalam merespons kondisi darurat, sekaligus menjamin keselamatan Warga Binaan Pemasyarakatan apabila terjadi bencana alam di lingkungan lapas.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Garut, yakni Titin selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Bapak Hartono selaku Staf Kedaruratan dan Logistik.
Baca Juga:Rekomendasi HP Antimainstream Rp 3–5 Jutaan, Salah Pilih Bisa Bikin NyeselPenyakit Menular yang Sering Terjadi saat Musim Hujan
Kegiatan diikuti oleh seluruh pejabat manajerial, pejabat nonmanajerial, serta seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Garut.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari pemaparan materi mitigasi bencana, identifikasi potensi bencana di Kabupaten Garut, hingga pemetaan kerawanan bencana di dalam lingkungan lapas.
Selain itu, dilakukan pula simulasi evakuasi korban bencana, penetapan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Garut dan BPBD Kabupaten Garut sebagai bentuk penguatan sinergi kelembagaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi saat terjadi bencana, sehingga kesiapsiagaan petugas menjadi kunci utama dalam pengendalian risiko dan perlindungan jiwa.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif seluruh pegawai tentang pentingnya respon cepat, jalur evakuasi yang jelas, serta koordinasi yang solid ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta diakhiri dengan sesi foto bersama antara petugas BPBD Kabupaten Garut dan seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Garut.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas IIA Garut akan melakukan pengecekan dan pemeliharaan fasilitas mitigasi bencana secara berkala, sekaligus melaporkan pelaksanaan kegiatan ini kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.
Baca Juga:Polsek Bungbulang Gandeng Ponpes Nijamiah Syafi’iyah untuk Perkuat Keamanan Lingkungan7 Amalan Sederhana Isra Miraj untuk Menanamkan Nilai Ibadah dan Akhlak Anak Sejak Dini
Upaya ini diharapkan semakin memperkuat Lapas Garut sebagai institusi yang tanggap, siap, dan responsif dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Barat.(Feri)
