Saldo Rekening Kartu Tani Disedot Kredit, Kios Pupuk di Garut Alami Kerugian

Saldo Rekening Kartu Tani Disedot Kredit, Kios Pupuk di Garut Alami Kerugian. (Feri/Radar Garut)
Saldo Rekening Kartu Tani Disedot Kredit, Kios Pupuk di Garut Alami Kerugian. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Sejumlah pemilik kios pupuk Penerima Pada Titik Serah (PPTS) di Kabupaten Garut, mengeluhkan kejadian merugikan yang berulang kali menimpa mereka dalam proses penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani.

Kejadian merugikan itu muncul ketika saldo yang dimasukkan ke rekening Kartu Tani tiba-tiba hilang dan tidak bisa digunakan untuk transaksi.

Diduga kuat, rekening Kartu Tani milik petani tersebut dipakai rekening kredit di perbankan atau leasing. Akibatnya, ketika terjadi tunggakan cicilan, saldo yang masuk ke rekening tersebut otomatis ditarik oleh pihak bank.

Baca Juga:Polres Garut Gelar Isra Mikraj 1447 H Bersama Seluruh PersonelInilah Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur Rumahan untuk Pemula

Masalah ini menjadi persoalan yang cukup serius bagi kios pupuk. Pasalnya, dalam mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, kios harus memasukkan saldo dulu ke rekening kartu tani.

Petani biasanya membayar pupuk secara cash kepada kios, namun kios harus terlebih dahulu memasukkan uang tersebut ke rekening Kartu Tani agar bisa diproses melalui mesin EDC.

Persoalannya muncul ketika saldo yang sudah dimasukkan tidak bisa digunakan karena terpotong otomatis oleh sistem perbankan.

“Ketika petani beli pupuk kan uangnya cash ke kita, tapi kita untuk menebus pupuk itu kan harus memasukkan saldo dulu ke rekening kartu tani untuk penebusan pupuknya. kemudian digesek ke mesin EDC,” kata Euis, salah satu pemilik PPTS di Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong.

“Nah otomatis kan uang saya dulu yang dimasukkan ke rekening kartu tani itu. Ketika saya mau gesek, uangnya tidak masuk, karena rupanya sudah ditarik,” sambungnya.

Setelah Euis melakukan penelusuran, rupanya benar saja bahwa pemilik rekening Kartu Tani tersebut memang mempunyai tunggakan kredit di bank. Hal inilah yang diduga menyebabkan uang yang masuk ke rekening langsung tersedot untuk menutup kewajiban kredit.

Ia menduga, bahwa petani menggunakan rekening Kartu Tani sebagai rekening kredit. Dengan begitu, rekening tersebut otomatis terhubung dengan sistem penarikan bank, termasuk untuk autodebet cicilan.

Baca Juga:Cari Tempat Santai Saat Long Weekend? Ini 8 Spot Nongkrong Terbaik di GarutRamalan Pisces Hari Ini: Cinta Romantis, Karier Harmonis, dan Penyembuhan Emosional

Euis menyebut, dia tidak hanya sekali mengalami hal seperti ini. Namun beruntung, dia bisa menemui pemilik rekening kartu tani dan menagih uangnya yang sudah tersedot oleh kredit.

0 Komentar