Jalan Rabat Beton Tak Dilengkapi Drainase, Ruah dan Garasi Warga Kerap Terendam saat Hujan

RADAR GARUT
Jalan Rabat Beton Tak Dilengkapi Drainase, Ruah dan Garasi Warga Kerap Terendam saat Hujan
0 Komentar

GARUT – Rabat beton Jalan Sutan Sjahrir, Desa Cibatu, tanpa dilengkapi drainase mengakibatkan rumah dan garasi warga kerap terendam banjir saat hujan deras. Untuk mengatasi persoalan tersebut, salah seorang warga, Enung Suryati, rela membuat saluran drainase dengan biaya pribadi.

“Kalau tidak dibuat drainase, setiap hujan turun rumah dan garasi mobil saya kebanjiran lagi. Drainase ini saya buat supaya air hujan bisa mengalir lewat gorong-gorong,” ujar Enung, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, seharusnya Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bertanggung jawab atas dampak banjir yang dialami warga setelah jalan tersebut dirabat beton. Selain itu, kualitas rabat beton juga dipertanyakan.

Baca Juga:Bupati Garut: Kita Ingin Menjadi Negara Hukum yang Menjadikan Hukum sebagai Panduan UtamaKetua PGRI Garut Sebut Gugatan Lahan Sekolah Banyak Terjadi

Enung pun mengajak warga lain, khususnya yang rumahnya berada di pinggir jalan, untuk patungan membeli semen dan pasir guna membuat drainase secara swadaya.

Diketahui, pekerjaan rabat beton Jalan Sutan Sjahrir dikerjakan pada malam hari menggunakan mobil molen. Namun di sekitar rumah Enung, hasil pengecoran dinilai kurang padat. Material pasir dan kerikil bahkan terlihat muncul ke permukaan jalan.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Kesejahteraan Desa Cibatu, Nandi Sunandi, mengatakan bahwa rabat beton yang kurang padat telah diperbaiki oleh TPK.

“Bagian yang kurang padat sudah diperbaiki,” katanya.

Nandi juga mengaku telah melihat langsung pembuatan drainase yang dilakukan warga secara swadaya.

Ia berharap, dengan adanya saluran air tersebut, rumah warga tidak lagi terendam banjir saat hujan turun. (Pepen Apendi)

0 Komentar