Terkait teknis pembelajaran, pihak sekolah masih melakukan koordinasi apakah siswa akan dipindahkan sementara ke sekolah lain atau melaksanakan pembelajaran daring.
“Teknis pembelajaran sementara masih dikoordinasikan. Banyak pihak yang membantu, termasuk ormas-ormas,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah berharap aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Baca Juga:Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai Pamayangsari dalam Kondisi Meninggal DuniaSampah Berserakan Jalan Palalangon, Warga Keluhkan Gangguan Kenyamanan
“Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa normal lagi. Kalau bisa besok juga,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pembukaan paksa gembok sekolah, Iwan menyebut hal tersebut masih menjadi pertimbangan.
“Bisa saja didobrak, tapi gimana ya,” katanya.
Ia juga mengimbau orang tua siswa agar tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah.
“Kita terus koordinasi dengan orang tua. Tenang saja, sekolah ini masih ada,” tambahnya.
Sementara, Cantika, siswi kelas 12 YBHM mengaku sangat sedih dengan kondisi tersebut.
“Sangat sedih, soalnya kami mau lulus. Kepikiran nanti ujian mau gimana,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
“Kami sebagai siswa tidak tahu apa-apa. Apakah yang salah pihak sekolah atau Pak Toni (pengusaha). Kami seperti anak kecil, tidak tahu mana yang benar dan salah,” ungkapnya.
Cantika berharap permasalahan tersebut segera diselesaikan.
Baca Juga:Pegawai dan Warga Binaan Rutan Garut Dites Urine, Seluruhnya Negatif Narkoba2.749 Personel Gabungan Amankan Laga Persib vs Persija di Stadion GBLA
“Harapannya ingin sekolah lagi, bisa belajar lagi. Kami mau lulus, apalagi adik-adik kami masih panjang jalannya,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)
