GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menggelar kegiatan tes urine bagi seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus komitmen nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa tes urine berlangsung di lingkungan Rutan Garut dan diikuti oleh seluruh pegawai serta 20 orang warga binaan yang dipilih secara acak.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktur Pengamanan dan Intelijen, yang menekankan pentingnya pengawasan internal sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan,” kata Ismail.
Baca Juga:2.749 Personel Gabungan Amankan Laga Persib vs Persija di Stadion GBLAWagub Jabar Ajak Warga Nobar Persib vs Persija, Pengamanan Pertandingan Diperketat
Berdasarkan hasil pemeriksaan, diungkapkan Ismail, seluruh pegawai dan warga binaan yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif narkotika.
“Hasil ini menunjukkan komitmen kuat kami dalam menjaga integritas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.
Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan langkah konkret dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
Ia menuturkan, pengawasan internal harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar tidak memberi celah bagi praktik penyalahgunaan narkoba di dalam Rutan.
“Tes urine ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh jajaran, baik pegawai maupun warga binaan, benar-benar bersih dari narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif,” jelas Ismail.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran di kemudian hari. Menurutnya, integritas petugas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Jika ditemukan ada pegawai atau warga binaan yang terlibat, tentu akan kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga nama baik institusi,” tegasnya.
Baca Juga:Bupati Garut Dorong Pemuda Mau Membangun Desa Melalui PertanianBerawal dari Cekcok soal Rumput, Seorang Mahasiswa Dianiaya Menggunakan Gergaji
Ismail menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah preventif dan bentuk konsistensi pengawasan internal.
