Rutan Garut Kelola Sampah Bernilai Ekonomis, Warga Binaan Dilibatkan Aktif dan Produktif

istimewa
Rutan Garut Kelola Sampah Bernilai Ekonomis, Warga Binaan Dilibatkan Aktif dan Produktif
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Program ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Garut dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (8/1/2026).

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa program pengelolaan sampah tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan jajaran petugas, peserta magang, serta warga binaan. Dalam pelaksanaannya, pihaknya menggandeng Bank Sampah Amal Haqiqi sebagai mitra strategis untuk pengelolaan sampah plastik yang memiliki nilai jual.

“Pengelolaan sampah dimulai dari tingkat kamar hunian. Setiap kamar menunjuk satu orang agen yang bertugas mengumpulkan dan memilah sampah. Hingga saat ini, sebanyak 13 kamar hunian telah aktif berpartisipasi dalam program tersebut, mencerminkan meningkatnya kesadaran warga binaan terhadap pentingnya kebersihan dan pengelolaan lingkungan,” kata Ismail.

Baca Juga:Sempat Kabur, Sopir Angkot Penabrak Pedagang Lotek di Garut Diamankan PolisiTim SAR Gabungan bersama Brimob Polda Jabar Temukan Korban Hanyut di Sungai Cimanuk

Ia menjelaskan bahwa sampah dipilah menjadi dua kategori utama, yakni sampah plastik yang dapat didaur ulang serta sampah organik berupa sisa makanan. Sampah plastik kemudian disetorkan ke Bank Sampah Amal Haqiqi untuk diolah dan menghasilkan nilai ekonomis. Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sebagai solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan produktif.

Hasil dari pengelolaan sampah plastik tersebut, menurut Ismail, dimanfaatkan sebagai premi atau insentif bagi para agen dan pengurus warga binaan yang terlibat langsung. “Seluruh hasil pengelolaan dikelola secara transparan dan akuntabel melalui Koperasi Merah Putih Rutan Garut, sehingga mendorong semangat kemandirian dan tanggung jawab ekonomi di kalangan warga binaan,” jelasnya.

Ismail mengungkapkan bahwa program pengelolaan sampah ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan karakter dan keterampilan warga binaan.

“Program ini kami rancang sebagai media pembinaan yang utuh. Tidak hanya menjaga lingkungan rutan agar tetap bersih dan sehat, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran bahwa setiap aktivitas, sekecil apa pun, bisa bernilai dan bermanfaat jika dikelola dengan baik,” ungkap Ismail.

0 Komentar