Pelayanan Publik Dimulai dari Sikap, Bukan dari Kursi Jabatan

Pelayanan Publik Dimulai dari Sikap, Bukan dari Kursi Jabatan. (Rizki/Radar Garut)
Pelayanan Publik Dimulai dari Sikap, Bukan dari Kursi Jabatan. (Rizki/Radar Garut)
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Pelayanan publik kerap dipersepsikan sebatas urusan jabatan, kewenangan, dan prosedur administratif.

Padahal, inti dari pelayanan publik sesungguhnya terletak pada sikap aparatur dalam melayani masyarakat.

Jabatan hanyalah instrumen, sementara sikap menjadi penentu utama apakah pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik atau justru menimbulkan kekecewaan.

Baca Juga:Wajib Masuk Watchlist! 5 Drama China Paling Ditunggu Di Tahun 2026Masuk 2026, Ini 10 HP Baru dengan RAM Lega dan Baterai Tahan Lama

Sikap Aparatur Jadi Kunci Utama Pelayanan

Dikutip dari beberapa sumber, dalam keseharian, masyarakat berinteraksi langsung dengan petugas pelayanan di berbagai sektor, mulai dari kantor desa, puskesmas, sekolah, hingga instansi pemerintahan lainnya. Pada momen inilah sikap aparatur menjadi faktor penentu kualitas layanan.

Petugas dengan jabatan rendah sekalipun dapat memberikan pelayanan yang memuaskan jika dibekali empati, kesabaran, dan kemauan untuk membantu.

Sebaliknya, pejabat dengan posisi tinggi dapat menciptakan kesan negatif apabila melayani dengan sikap arogan, acuh, atau mempersulit urusan masyarakat.

Masyarakat Bukan Beban, Melainkan Pihak yang Dilayani

Sikap dalam pelayanan publik mencerminkan cara pandang aparatur terhadap masyarakat.

Ketika masyarakat diposisikan sebagai pihak yang membutuhkan bantuan, bukan sebagai beban atau pengganggu, maka pelayanan akan berlangsung lebih manusiawi.

Hal-hal sederhana seperti senyum, tutur kata yang sopan, serta kesediaan menjelaskan prosedur dengan jelas sering kali lebih bermakna dibandingkan kecepatan layanan semata.

Sikap inilah yang mampu membangun rasa nyaman dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Baca Juga:Ketiak Bukan Sekadar Wangi, Tapi Juga Harus SehatRetak Sedikit, Risiko Meluas: Pentingnya Perawatan Dini yang Sering Terlupakan

Integritas Menjadi Fondasi Pelayanan yang Adil

Pelayanan publik yang berorientasi pada sikap tidak dapat dipisahkan dari nilai integritas.

Aparatur yang berintegritas akan melayani tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun kedekatan personal.

Sikap adil dan transparan menjadi fondasi penting agar pelayanan tidak berubah menjadi praktik diskriminatif atau penyalahgunaan wewenang.

Tanpa sikap yang benar, jabatan justru berpotensi merusak citra pelayanan publik secara keseluruhan.

Pelayanan sebagai Bentuk Pengabdian

Sikap melayani juga mencerminkan komitmen moral aparatur terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kesadaran tersebut mendorong aparatur untuk terus belajar, berbenah, serta terbuka terhadap kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

0 Komentar