GARUT — Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Papandayan, Cisurupan, Garut, Jawa Barat dipastikan terganggu setelah terjadi peristiwa longsor yang menutup jalur utama menuju Pondok Saladah. Kejadian longsor terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026 sore sekitar pukul 15.30.
Kapolsek Cisurupan, AKP Masrokan membenarkan adanya peristiwa bencana longsor tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi longsor pertama kali diterimanya melalui dokumentasi foto yang menunjukkan material tanah dan bebatuan menutup jalur pendakian.
“Dari laporan yang saya terima, longsor itu terjadi pada sore hari,” ujar Masrokan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Baca Juga:Perkuat Sinergitas, Danrem 062/Tarumanagara Kunjungi Rutan GarutMahasiswa KKN Dinilai Bupati Garut jadi Penggerak Perubahan Desa
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan, dijelaskan Masrokan, material longsor diketahui berasal dari tebing di kawasan Hutan Mati. Lokasi longsor berada setelah Pos 7, tepat di jalur yang biasa digunakan sebagai akses utama menuju Pondok Saladah.
“Jalur tersebut merupakan jalur motor sekaligus jalur utama ke Pondok Saladah. Saat ini tertutup total material longsor, meskipun masih tersedia jalur alternatif yang bisa dilalui pendaki dengan berjalan kaki,” jelas Masrokan.
Ia menambahkan, selama ini jalur tersebut memang kerap dimanfaatkan oleh pendaki yang menuju kawasan Hutan Mati menggunakan kendaraan bermotor. Dengan kondisi terkini, kendaraan roda dua dipastikan tidak dapat melintas sama sekali.
Meski jalur tertutup, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti longsor masih belum dapat dipastikan, termasuk volume material yang menutup jalur.
“Hari ini memang tidak terjadi hujan di wilayah Cisurupan. Kami belum sempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, namun besok pagi akan dilakukan peninjauan untuk memastikan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (*)
