GARUT – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan seluruh sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman, layak, dan nyaman bagi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meresmikan sekolah hasil revitalisasi di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis 8 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 156 satuan pendidikan di Garut menjadi sasaran program revitalisasi sepanjang 2025.
“Revitalisasi ini bertujuan untuk memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” ujar Abdul Mu’ti kepada awak media.
Baca Juga:Rumah Permanen Hangus Terbakar di Garut Kota, Kerugian ditaksir Rp100 JutaMengenal 6 Situs Bersejarah Garut yang Masih Melegenda
Program revitalisasi tersebut didukung anggaran sebesar Rp133 miliar dan menyasar berbagai jenjang pendidikan, yakni 31 PAUD, 52 SD, 11 SMP, 15 SMA, 20 SMK, 5 SLB, serta 2 PKBM. Kegiatan revitalisasi meliputi perbaikan bangunan sekolah, pembangunan ruang kelas baru, pengadaan mebel, hingga bantuan peralatan pendukung pembelajaran.
Abdul Mu’ti menjelaskan, hingga awal Januari 2026 sebanyak 143 satuan pendidikan telah menyelesaikan proses revitalisasi atau mencapai 100 persen. Sementara 13 sekolah lainnya ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
“Revitalisasi itu untuk kebutuhan kelasnya kurang, ada yang memang sekolahnya rusak dan ada yang memang juga mungkin hanya rehab sehingga bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain,” jelasnya.
Selain meresmikan sekolah hasil revitalisasi, Mendikdasmen juga menyaksikan deklarasi Gerakan Rukun Sama Teman yang diikuti ratusan siswa. Ia menekankan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik.
“Pendidikan nasional tidak hanya bertujuan mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang berkarakter kuat. Untuk itu, siswa didorong membiasakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur yang cukup,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen mendorong lahirnya generasi Indonesia yang unggul dalam pengetahuan, terampil dalam praktik, serta berakhlak mulia.
