Menurutnya, santunan tahunan tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan anak yatim dalam jangka panjang.
“Kalau santunan seperti ini mah cuma setahun sekali dapat uang misalkan sekarang delapan ratus ribu atau delapan ratus lima ribu cukup untuk berapa hari sih? Nah yang dipikirkan saya itu bagaimana caranya supaya untuk kelangsungan mereka bisa hidup sejahtera itu bagaimana gitu, itu kan bukan hanya kewajiban saya kewajiban negara juga kan?” ujarnya.
Pesan Khusus untuk Wakil Bupati Garut
Dalam kesempatan tersebut, Titin kembali menyampaikan pesan khusus kepada Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, agar dapat meninjau langsung kondisi anak yatim Athifah.
Baca Juga:Kerusakan Lingkungan Kian Parah, Manusia Jadi Korban UtamaSekdis Satpol PP Dipindah ke Disdik, Bupati Garut Singgung Masalah Disiplin Pendidikan
Ia menilai Putri Karlina memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM, yang dinilai sejalan dengan kebutuhan anak yatim dan keluarganya.
“Jadi mohon kepada pemerintah Kabupaten Garut utamanya Ibu Putri Karlina, saya minta atas nama anak-anak yatim Athifah agar bisa datang ke sini. Ibu Putri juga pernah ke sini ke waterboom Situsari. Saya ingin ngobrol jauh dengan ibu Putri tentang kondisi anak yaitm. Data-data anak yatim semua ada di kami dari 8 Desa,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Titin kembali menegaskan harapannya agar pemerintah benar-benar hadir mendampingi anak yatim sejak dini hingga mereka mampu hidup layak dan mandiri.
“Ya, paling utama itulah saya mohon, menekankan lagi tolong pemerintah yang terkait kasihanilah mereka, tolong diurus dari sekarang sampai mereka-mereka ini bisa hidup layak lah gitu, tidak menjadi beban, bisa hidup mandiri lah gitu, punya keterampilan, punya keahlian, punya modal,” ujarnya.(Feri)
