Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan komunitas, melainkan tanggung jawab negara.
“Ini kewajiban negara, kalau saya kan hanya warga biasa yang banyak keterbatasan. Jadi mohon kepada pemerintah Kabupaten Garut utamanya Wakil Bupati Ibu Putri Karlina untuk bisa datang ke sini. Dulu Ibu Putri juga pernah ke sini,” ujarnya.
Titin berharap penyaluran bantuan sosial pemerintah dapat lebih tepat sasaran, khususnya menyentuh anak yatim yang benar-benar berada dalam kondisi tidak mampu.
Baca Juga:Kerusakan Lingkungan Kian Parah, Manusia Jadi Korban UtamaSekdis Satpol PP Dipindah ke Disdik, Bupati Garut Singgung Masalah Disiplin Pendidikan
“Saya minta sebagai warga, tolong pemerintah Kabupaten Garut memperhatikan. Tolong perhatikan anak-anak yatim di sini yang memang kurang mampu. Saya ingin pemerintah turun,” ujarnya.
Pentingnya Pelatihan Keterampilan dan Dukungan Ekonomi Keluarga
Selain kesehatan dan pendidikan, Titin juga menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan bagi anak yatim, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, keterampilan adalah kunci agar anak yatim dapat hidup mandiri dan tidak menjadi beban sosial di kemudian hari.
“Harapannya 270 anak yatim ini bisa mengenyam pendidikan sampai kuliah. Tapi kalaupun tidak sampai kuliah, yang lebih penting saya mohon ini anak-anak setelah besarnya bisa hidup mandiri, bisa punya keahlian keterampilan. Nah disini tentu sangat diperlukan modal untuk mendidik mereka supaya punya skill sehingga mereka udah besar bisa hidup mandiri,” ujarnya.
Ia juga merinci jenis pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan anak yatim.
“Saya kepingin anak-anak itu bisa dilatih misalkan kalau perempuan bisa punya pelatihan tata boga, tata busana ataupun salon. Laki-laki bisa mebel atau apalah gitu,” lanjut Titin.
Tak hanya anak, Titin juga menilai keluarga atau orang tua pengganti anak yatim perlu mendapat dukungan ekonomi dari pemerintah.
Baca Juga:Pasca Insiden Penganiayaan di Pantai Santolo, DPRD Garut Desak Pemkab Benahi Keamanan dan Tata Kelola WisataGarut Siaga Hujan Lebat, Pemkab Perkuat Kecamatan Tangguh dan Kampung Siaga Bencana
“Itu mungkin yang terpenting dan untuk kehidupan sehari-harinya itu pemerintah harusnya memperhatikan untuk bekalnya. misalkan orang tuanya itu dikasih modal, dikasih peralatan atau apalah sama pemerintah supaya bisa mandiri bisa mengurus membiayai anak-anaknya untuk mempunyai pendapatan yang tetap per harinya,” ujarnya.
