Pasca Insiden Penganiayaan di Pantai Santolo, DPRD Garut Desak Pemkab Benahi Keamanan dan Tata Kelola Wisata

Adu Mulut Masalah Retribusi di Pantai Santolo Garut Berakhir di Kantor Polisi. (Ist)
Adu Mulut Masalah Retribusi di Pantai Santolo Garut Berakhir di Kantor Polisi. (Ist)
0 Komentar

GARUT – Kabupaten Garut, sebelumnya dihebohkan dengan adanya peristiwa penganiayaan yang terjadi di gerbang wisata Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, pada saat momentum libur Nataru 2925.

Penganiayaan tersebut, melibatkan warga setempat yang terlihat mengalami penganiayaan dari oknum warga setempat terkait permasalahan retribusi tiketing.

Peristiwa tersebut, banyak menuai perhatian dari berbagai pihak, masyarakat hingga Bupati Garut, bahkan Anggota DPRD Kabupaten Garut.

Baca Juga:Garut Siaga Hujan Lebat, Pemkab Perkuat Kecamatan Tangguh dan Kampung Siaga BencanaGubernur Jabar Instruksikan Transparansi Anggaran hingga Tingkat Desa, Bupati Garut : Kita Akan Laksanakan

Anggota DPRD Garut dari Komisi III, Ghea Afrilia, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut.

“Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, terlebih karena terjadi di kawasan wisata yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1).

Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan permasalahan yang sangat serius, dan perlu gerak cepat untuk segera ditangani.

“Kami memandang kejadian ini sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani agar tidak terulang kembali,” katanya.

Ia menyampaikan, bahwa pihaknya akan konsultasi ke pimpinan dan anggota DPRD komisi III yang lain, serta pihak terkait untuk dimintai penjelasan, dan memastikan penanganan peristiwa tersebut sudah berjalan sesuai aturan.

“Kalau menurut saya akan melakukan koordinasi dan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, Satpol PP, serta dinas terkait untuk meminta penjelasan dan memastikan penanganan kasus berjalan sesuai aturan hukum,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta ke Dinas terkait untuk di evaluasi sistem pengelolaan, pengamanan agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali di Garut.

Baca Juga:Kabar Gembira! Bansos BPNT 2026 Cair Rp600.000, Cek Apakah Kamu Salah Satu PenerimanyaDitinggal Kosong, Rumah yang Ditempati Janda di Bayongbong Alami Kebakaran

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya dinas yang membidangi pariwisata, keamanan, dan ketertiban umum, untuk meningkatkan pengawasan di kawasan wisata. Evaluasi sistem pengelolaan, pengamanan, serta penataan kawasan wisata perlu segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ungkapnya.

Ketika disinggung terkait citra Garut terkenal akan Premanisme, menurut Ghea peristiwa tersebut tidak bisa digeneralisasikan secara keseluruhan, namun memang sempat viral dan publik percaya, hingga harus ada penanganan yang cepat.

“Pendapat Saya, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa digeneralisasi sebagai gambaran Garut secara keseluruhan. Namun demikian, kami menyadari bahwa persepsi publik sangat dipengaruhi oleh viralnya informasi di media sosial. Karena itu, penanganan cepat, transparan, dan tegas sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat,” katanya.

0 Komentar