RADARGARUT.ID – Kerusakan lingkungan kini bukan lagi isu jauh atau sekadar cerita di buku pelajaran. Kita bisa melihat dan merasakannya langsung di sekitar.
Hutan yang semakin gundul, sungai tercemar limbah, hingga bencana alam seperti banjir dan longsor yang datang silih berganti. Semua ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan manusia dengan alam sedang tidak baik-baik saja.
Kerusakan Lingkungan Bukan Musibah, tapi Ulah Manusia
Banyak orang masih menganggap banjir dan longsor sebagai musibah alam. Padahal, sebagian besar bencana itu terjadi akibat ulah manusia.
Baca Juga:Sekdis Satpol PP Dipindah ke Disdik, Bupati Garut Singgung Masalah Disiplin PendidikanPasca Insiden Penganiayaan di Pantai Santolo, DPRD Garut Desak Pemkab Benahi Keamanan dan Tata Kelola Wisata
Pembukaan lahan di kawasan hutan secara sembarangan, terutama dengan cara tebang-bakar, telah merusak fungsi alam sebagai penyangga kehidupan.
Hutan yang seharusnya menyimpan air dan menahan tanah dari longsor kini berubah menjadi lahan gersang. Akibatnya, ketika hujan turun deras, air tidak lagi terserap dengan baik dan bencana pun sulit dihindari.
Masyarakat Jadi Korban, Pelaku Justru Menghilang
Ironisnya, masyarakat kecil sering menjadi korban paling terdampak. Rumah terendam banjir, lahan pertanian rusak, hingga kehilangan mata pencaharian. Padahal, mereka bukan pelaku perusakan lingkungan.
Di sisi lain, oknum-oknum yang melakukan eksploitasi demi keuntungan pribadi kerap luput dari tanggung jawab. Situasi ini memperlihatkan ketimpangan keadilan dalam pengelolaan lingkungan.
Aturan Ada, Tapi Penegakan Masih Lemah
Sebenarnya, pemerintah sudah memiliki berbagai regulasi untuk melindungi lingkungan, seperti Undang-Undang Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Namun, aturan saja tidak cukup jika tidak dibarengi penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga sangat penting agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari bawah, bukan hanya sekadar takut pada sanksi.
Pendidikan Harus Hadir Membentuk Kepedulian
Pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Sayangnya, dalam praktiknya, pendidikan sering hanya berfokus pada capaian akademik, bukan pada pembentukan nilai dan tanggung jawab sosial.
Baca Juga:Garut Siaga Hujan Lebat, Pemkab Perkuat Kecamatan Tangguh dan Kampung Siaga BencanaGubernur Jabar Instruksikan Transparansi Anggaran hingga Tingkat Desa, Bupati Garut : Kita Akan Laksanakan
Padahal, pendidikan sejati seharusnya mengajarkan keberpihakan pada kemanusiaan dan kelestarian alam. Tanpa itu, ilmu dan regulasi hanya akan menjadi alat pembenaran bagi kebijakan yang merusak lingkungan.
