Garut Siaga Hujan Lebat, Pemkab Perkuat Kecamatan Tangguh dan Kampung Siaga Bencana

Longsor menutupi badan jalan Jatiwangi, akses transportasi terputus. (Istimewa)
Longsor menutupi badan jalan Jatiwangi, akses transportasi terputus. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Kondisi cuaca di Kabupaten Garut, hingga saat ini masih terlihat muncul hujan, walaupun kadang intensitas dan durasinya tidak menentu.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyampaikan bahwa menurut prediksi BMKG periode November 2025 hingga Februari 2026 masa puncaknya musim penghujan.

“Karena predisi BMKG bahwa periode November sampai Februari 2006 itu memang ini masa puncak-puncaknya musim penghujangan,” ujarnya.

Baca Juga:Gubernur Jabar Instruksikan Transparansi Anggaran hingga Tingkat Desa, Bupati Garut : Kita Akan LaksanakanKabar Gembira! Bansos BPNT 2026 Cair Rp600.000, Cek Apakah Kamu Salah Satu Penerimanya

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, membenarkan bahwa memang sesuai dengan prediksi BMKG pada Januari hingga Februari akan hujan lebat.

“Ya, sebetulnya kan sekarang ini juga kalau lihat itu masih hujan ya, justru di Januari & Februari ini juga hujan lebat kalau berdasarkan BMKG, tapi kita berharap mudah-mudahan lebatnya juga tidak berdampak kepada katakanlah bencana yang ada,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebagai langkah dari Pemkab, menurut Nurdin, sudah memiliki beberapa partisan, seperti di Kecamatan ada Kencana artinya Kecamatan Tangguh Bencana, di Dinas Sosial ada Kampung Siaga Bencana.

Lanjutannya, Kencana dan Kampung Siaga Bencana memiliki tugas yang sama terkait kesiapan masyarakat minimal bisa mitigasi bencana mandiri.

“Itu juga sama menyangkut masalah kesiapan masyarakat kita melalui lembaga yang ada, agar mereka mampu melakukan recovery, minimal mitigasi bencana ketika terjadi bencana,” katanya.

Kendati demikian, Nurdin berharap dengan adanya kedua partisan tersebut agar dampak bencana yang terjadi ke masyarakat tidak terlalu parah. “Sehingga dampaknya atau akibatnya tidak sangat signifikan,” pungkasnya. (Rizka)

0 Komentar