GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin apel gabungan yang menjadi apel perdana tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di lapangan Setda, Senin (5/12).
Dalam kesempatan tersebut, Syakur menegaskan, bahwa persoalan kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus ditangani secara serius dan terkoordinasi.
Dalam amanatnya, Syakur mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadikan tahun 2026 ini sebagai momentum perbaikan kondisi daerah ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga:STIT Qurrota A’yun Garut Jalin Kerja Sama LMS dengan PT SUTEKI Karya Nusantara3 Galian C di Garut Disegel: Pemkab Temukan Pelanggaran Luas Lahan dan RKAB
“Kita sedang memasuki tahun 2026,tentu saja kita berharap bahwa tahun ini akan memiliki kondisi yang jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya. Namun itu tidak akan terjadi dengan sendirinya, melainkan berkat kerja keras, dedikasi, loyalitas, dan ketekunan kita semua yang seiring dan seirama,” ujar Syakur.
Syakur mengatakan, bahwa masih banyak tugas yang membutuhkan perhatian bersama, terutama terkait penanganan masalah kemiskinan. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
“Berulang-ulang kali saya sampaikan bahwa ini harus terkoordinasi dengan baik. Kemarin saya lihat ada beberapa kecamatan yang diindikasikan menjadi penyumbang terbesar kemiskinan ekstrem yang berada pada desil 1,” katanya.
Menurutnya, keakuratan data menjadi kunci utama agar setiap intervensi dan kegiatan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan efektif dan efisien.
“Saya berharap ke depan kita lebih aware terhadap data. Sehingga intervensi yang kita lakukan benar-benar efektif dan tetap efisien,” ucapnya.
Dalam apel tersebut, Syakur juga mengungkapkan, masih banyaknya keluhan masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial, seperti BLT dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai masih belum tepat sasaran.
“Saya sering mendengar keluhan masyarakat. Ada warga yang sangat tidak mampu tetapi tidak mendapatkan bantuan, sementara di sisi lain ada yang kita anggap mampu, bahkan masuk desil 6 tetapi masih menerima bantuan,” ungkapnya.
Baca Juga:Ditanya Apakah Ada Napi yang Betah di Lapas Garut? Ini Jawaban Kalapas RusdedyDuel Sengit Persib Bandung Kontra Persik Kediri, Poin Penuh Jadi Target
Bupati menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dirinya bersama Sekretaris Daerah dan Wakil Bupati Garut akan berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait, untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
“Saya akan ajak Pak Sekda dan Ibu Wakil untuk bertemu dengan kementerian. Program pemerintah ini sebenarnya baik, tetapi tidak akan efektif kalau tidak tepat sasaran,” imbuhnya.
