GARUT – Kabupaten Garut, sebelumnya dihebohkan atas peristiwa penganiayaan terhadap seorang ibu-ibu warga lokal yang terjadi di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet. Hal tersebut terjadi pada saat momentum libur Nataru 2025.
Sebelumnya, penganiayaan tersebut terjadi di Gerbang Pantai Santolo hingga viral beredar di media sosial, yang memperlihatkan ibu-ibu warga lokal dimintai retribusi tiketing oleh oknum warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Budi Gangan, mengatakan bahwa penganiayaan tersebut dilakukan oleh oknum setempat.
Baca Juga:Atlet Futsal Asal Garut Perkuat Timnas U-16, Sukses Juara di ThailandSoroti Bansos Tak Tepat Sasaran, Bupati Garut Tekankan Validasi Data Kemiskinan Ekstrem
“Tadi kan sudah disampaikan oleh Pak Bupati, jadi bagaimana misalnya ini kan hanya segelintir orang yang ada di destinasi tersebut, jadi dia mengatasnamakan seluruh masyarakat padahal itu hanya segelintir orang,” ujarnya.
Ia menyampaikan, sebetulnya Pemkab ingin menegakkan pemasukan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pantai Santolo, namun kondisi di lapangan banyak oknum yang menggangu para wisatawan.
“Sebetulnya kan kemarin itu kan kita ini kan ingin menegakkan bagaimana pendapatan itu harus semuanya masuk ke dalam khas daerah. Tapi ya di lapangan itu kan banyak oknum-oknum ya yang mungkin mereka itu terganggu dengan apa yang menjadi penegakan aturan itu. Akhirnya mereka melakukan hal-hal seperti itu,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jika benar petugas lokal tersebut yang menjaga tiket, seharusnya sudah mengetahui bahkan mengenal mana yang warga lokal asli, dan mana yang memang wisatawan tamu.
“Sebetulnya kalau warga lokal itu kan petugas tiket itu kan sudah tahu. Mereka sudah mengenal, jadi mereka kan setiap hari keluar masuk, jadi mana warga lokal, mana tamu, petugas itu sudah sangat tahu dan sudah sangat paham,” jelasnya.
Langkah dari Dinas, menurutnya dengan ada kasus seperti ini, harus menjadi atensi bersama, dari seluruh stakeholder, agar bisa membangun destinasi Santolo jauh lebih baik.
“Jadi kemarin kita sudah melakukan laporan kepada pimpinan dan melakukan rapat koordinasi dan ini harus menjadi atensi dari semua pihak ya, tidak hanya Dinas Pariwisata, tapi juga ini seluruh stakeholder bagaimana untuk membangun destinasi Santolo itu supaya jauh lebih baik lagi. Karena kalau misalnya oleh Dinas Pariwisata sendiri itu tidak akan selesai,” katanya.
