BTT Garut 2026 Dipangkas, Pemkab Harap Tambahan PAD untuk Perkuat Cadangan Darurat

Sekertaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana
Sekertaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana
0 Komentar

GARUT – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun anggaran 2025, Biaya Tak Terduga (BTT) masih menyisakan anggaran yang belum terserap. Sisa BTT tersebut tercatat berada di angka Rp3 miliar.

Sisa anggaran BTT tahun 2025 tersebut nantinya akan masuk dalam Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).

Dengan demikian, dana tersebut masih dapat dimanfaatkan dan digunakan kembali pada tahun anggaran berikutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:Narapidana Berbakat Kuliner Diberdayakan di Kafe Integrasi Lapas GarutPencarian Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Masuki Hari Kedua

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan bahwa alokasi BTT pada tahun 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Garut menganggarkan BTT dengan nominal yang lebih kecil.

Menurut Nurdin, penyesuaian anggaran tersebut telah melalui perhitungan kebutuhan dan diharapkan tetap mampu mengakomodasi berbagai keperluan selama satu tahun anggaran.

“2026 kita menganggarkan di Rp22,5 miliar, sehingga mudah-mudahan itu cukup untuk proses selama satu tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik BTT memang bersifat fluktuatif. Besaran anggaran BTT setiap tahunnya bisa mengalami kenaikan atau penurunan, tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang dihadapi pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi situasi darurat atau kebutuhan mendesak yang tidak terduga.

Meski mengalami pengurangan, Nurdin berharap adanya tambahan pendapatan daerah yang dapat menopang kebutuhan anggaran BTT ke depan. Ia menilai bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu kunci agar ruang fiskal pemerintah daerah semakin kuat.

“Sehingga memang fluktuatif, dan mudah-mudahan kita berharap besok nanti ada penambahan pendapatan, sehingga nanti akan bisa masuk di BTT,” tutupnya.

Baca Juga:Bantuan PKH Warga Garut Diduga Dicuri, Kadinsos Minta Bukti yang KuatViral Video Intimidasi Warga di Desa Panggalih, Pemkab Garut Turun Tangan dan Upayakan Mediasi

Dengan pengelolaan anggaran yang lebih terukur dan dukungan peningkatan PAD, Pemkab Garut berharap penggunaan BTT ke depan dapat lebih efektif, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan darurat tanpa mengganggu program pembangunan lainnya.(Rizka)

0 Komentar