“Ya walaupun, di Lapas Garut ini banyak mempekerjakan eks napi. Jadi, napi-napi memang yang selama ini membantu kegiatan operasional Lapas, misalnya yang ahli di bidang listrik ya, kelistrikan, karena dia udah nguasain kelistrikan, begitu bebas itu saya angkat menjadi honorer ya. Pegawai pemerintahan non-pegawai negari (PPNPN) diberikan gaji sesuai dengan UMR, dua juta tiga ratus rupiah. Jadi itu eks napi kita mempekerjakan itu ada empat. Sebenarnya lima tapi satu udah mandiri,” ujar Rusdedy.
Ia menegaskan bahwa, Lapas Garut selama ini membekali keterampilan kerja yang baik kepada seluruh narapidana. Ketika mereka keluar dari Lapas Garut, dipastikan siap menjalani kehidupan di luar dan mandiri.
“Jadi kalau Lapas Garut Insyaa Allah warga binannya semua siap ya, mentalnya sudah siap untuk bekerja di tengah-tengah masyarakat. Tapi kalaupun misalnya karena sekarang sudah ada koperasi gitu ya, kita pun nanti akan menyediakan berupa pendampingan dan bantuan untuk kegiatan usaha eks narapidana di masyarakat,” tegasnya.(Feri)
