GARUT – Fenomena narapidana yang merasa betah berada di dalam lembaga pemasyarakatan terjadi di Lapas Kelas IIA Garut, seiring efektifnya program pembinaan keterampilan dan ekonomi yang membuat sebagian warga binaan ingin terus bekerja meski masa pidananya telah berakhir.
Dalam beberapa pengalaman di lapas lain, diketahui ada narapidana yang seharusnya sudah bebas, namun justru merasa betah berada di dalam lapas.
Hal itu terjadi karena program pembinaan ekonomi di lapas tersebut berjalan efektif, sehingga para narapidana mempunyai keterampilan dan penghasilan dari aktivitas kerja yang dilakukan selama menjalani masa pidana.
Baca Juga:Duel Sengit Persib Bandung Kontra Persik Kediri, Poin Penuh Jadi TargetMengejutkan! Bulan Ini Jadi Pemilik Hari Libur Terbanyak di Tahun 2026
Bahkan, ada narapidana yang tetap ingin melanjutkan aktivitas kerja dan terus dipekerjakan walaupun hukumannya sudah berakhir.
Kalapas Garut, Rusdedy pun ditanya oleh wartawan saat acara penyampaikan laporan kinerja tahun 2025 belum lama ini, apakah fenomena seperti ini terjadi juga di Lapas Garut?. Menanggapi pertanyaan tersebut, jawaban Kalapas Garut Rusdedy justru membuat para wartawan melongo. Responsnya sontak mengundang perhatian, hingga disambut dengan tepuk tangan dari para wartawan yang hadir.
Rusdedy mengatakan bahwa narapidana di lapas Garut pastinya akan lebih betah tinggal di luar daripada di lapas. Hal itu karena mereka sudah dibekali dengan berbagai keahlian yang mumpuni sehingga mereka menjadi percaya diri tinggal di luar berbaur kembali dengan masyarakat.
“Terima kasih, pertanyaan yang bagus itu ya. Kalau warga binaan Lapas Garut itu, dia pasti lebih betah di luar daripada di Lapas. Kenapa? Karena, dia sudah punya keahlian dan dia sudah PD (percaya diri) untuk bekerja, buka usaha di tengah masyarakat,” ujar Rusdedy saat melaksanakan acara refleksi dan penyampaian kinerja tahun 2025 belum lama ini.
Walaupun demikian, kasus seperti di lapas lain yang diceritakan wartawan itu, memang terjadi juga di Lapas Garut. Banyak juga narapidana yang merasa betah dan akhirnya ingin tetap bekerja di Lapas Garut.
Bahkan Lapas Garut sendiri saat ini mempekerjakan 4 orang mantan narapidana dan sudah diangkat menjadi pegawai non pegawai negeri (PPNPN). Mereka digaji sesuai dengan UMK Garut dan diberikan seragam layaknya pegawai di Lapas.
