Arus Balik ke Bandung Padat, Polres Garut Terapkan 18 Kali One Way

Kepadatan arus balik libur panjang Garut menuju arah Bandung. (Istimewa)
Kepadatan arus balik libur panjang Garut menuju arah Bandung. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Kepadatan arus kendaraan menuju Bandung mencapai titik tertinggi pada masa arus balik usai libur panjang di wilayah Kabupaten Garut, Minggu malam (4/1/2026).

Mengantisipasi penumpukan kendaraan di jalur utama, Polres Garut melalui Satuan Lalu Lintas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalan atau one way yang dilakukan hingga 18 kali dan berlangsung sampai malam hari.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa pengaturan arus tersebut bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan. Skema one way sudah diberlakukan sejak pagi hari dan terus dievaluasi hingga malam.

Baca Juga:Warga Garut Tetap Bisa Jogging, Meski Lintasan Lari SOR RAA Adiwijaya Difokuskan untuk AtletPNBP yang Disetorkan Lapas Garut di 2025 Mengalami Peningkatan 72,23 Persen

“Pada pagi hari, pengaturan arus dilakukan dari arah barat menuju timur. Sementara mulai siang hingga malam, rekayasa difokuskan dari timur ke barat untuk mengakomodasi kendaraan yang bergerak kembali ke Bandung,” jelasnya.

Menurutnya, lonjakan arus lalu lintas didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor yang melakukan perjalanan balik ke wilayah Bandung dan sekitarnya.

“Untuk memastikan kelancaran arus, personel gabungan dari Satlantas, Sat Samapta, serta Polsek jajaran Polres Garut dikerahkan dan ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan,” katanya.

Petugas bertugas melakukan pengaturan, penjagaan, serta memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan.

Polres Garut juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menaati rambu lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.

Selain itu, pengendara diimbau memastikan kondisi tubuh dan kendaraan tetap prima, khususnya bagi yang menempuh perjalanan jauh pada malam hari.

“Melalui penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, diharapkan arus kendaraan dapat terkendali serta situasi keamanan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(*)

0 Komentar