GARUT – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video rekaman dugaan intimidasi yang dilakukan anak kepala desa (kades) terhadap seorang warga di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Aksi tersebut diduga dipicu kritik warga terkait penggunaan dana desa dan pembangunan yang dinilai belum maksimal.
Korban intimidasi diketahui merupakan warga setempat yang sebelumnya mengunggah keluhan mengenai kondisi pembangunan desa, termasuk rencana perbaikan jalan yang hingga kini belum terealisasi.
Baca Juga:Berjibaku di Jalur Curam Darajat, Polisi Jaga Arus Wisata di Tengah Lonjakan 124 Ribu PengunjungWisatawan Masih Padati Arus Lalu Lintas di Garut, Sistem One Way Diterapkan di Beberapa Titik
Video amatir yang menghebohkan itu dengan cepat viral serta menuai perhatian publik.
Dalam video tersebut, anak kades disebut tidak datang sendirian, melainkan bersama sejumlah anggota keluarganya, untuk mendatangi dan mengintimidasi warga yang mengkritik kebijakan pembangunan desa.
Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan agar seluruh jajaran aparat desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, hingga ketua RT dan RW, tidak melakukan intimidasi atau ancaman terhadap warga yang menyampaikan kritik.
“Manakala ada orang yang mengkritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak diperhatikan, jangan pernah melakukan intimidasi dan pengancaman,” tegas Dedi.
Ia menekankan, di era keterbukaan saat ini, aparatur pemerintah harus mampu menerima kritik dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perubahan dan perbaikan.
“Sudah bukan musimnya lagi kita anti kritik. Kalau jadi pemimpin, salah satu hal yang harus kita alami adalah dicaci maki. Itu konsekuensi jabatan,” ujarnya.
Dedi juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia meminta aparat desa setempat melakukan rekonsiliasi serta fokus pada perbaikan pembangunan.
Baca Juga:Banyak Manfaat yang Didapatkan Napi Lapas Garut Ketika Produktif BekerjaPetugas Perlintasan yang Ketahuan Minum Miras Dinonaktifkan KAI
Kepada bupati, ia menegaskan agar segera menangani persoalan tersebut dan tidak membiarkan adanya tindakan intimidatif terhadap kritik masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan bahwa tindakan intimidasi terhadap warga yang mengunggah persoalan di desanya merupakan perbuatan yang keliru.
“Kalau berbuat salah terus viral memang ribet, tapi mengintimidasi itu pasti salah. Marah-marah bukan solusi,” kata Putri.
