RADARGARUT.ID – Harga emas tercatat berada di angkka US$4.207 per ons dengan kenaikan tipis hanya 0,03 persen. Dilansir dari Business Insider harga emas telah mengalami kenaikan sekitar 57% sepanjang tahun 2025.
Tren penguatan harga emas masih berlaku dan berpotensi berlanjut hingga tahun 2026. Harga emas berpotensi naik hingga sekitar 20 persen berdasarkan pada proyeksi Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank.
Hal itu didorong oleh beberapa faktor mulai dari jumlah pasar yang positif yang diprediksi akan tetap berlanjut hingga tahun depan, aksi pembelian yang masif oleh bank sentral, penurunan suku bunga global, lemahnya nilai dolar AS sampai meningkatnya minat investasi.
Baca Juga:3 Doa Untuk Kedua Orang Tua Lengkap Arab Latin dan TerjemahanKumpulan Doa Untuk Orang Sakit Agar Diberikan Kesembuhan Lengkap Dengan Arab Latin dan Terjemahan
Prediksi naiknya harga emas tidak hanya berdasarkan pergerakan teknikal tapi juga pada perubahan struktural perekonomian global. Emas tidak lagi dipandang sebagai aset pelindung inflasi tapi juga instrumen yang strategis.
Apa yang harus dilakukan investor ketika harga emas naik?
Ketika harga emas melonjak tinggi, investor perlu berhati-hato dalam mengambim keputusan dalam pergerakan harga. Maka dari itu investor perlu menganalisis kembali tujuan awal dalam berinvestasi.
Membeli emas untuk tabungan jangka panjang atau sebagai pelindung nilai atau tabungan jangka pendek. Namun bagi investor yang telah menikmati harga emas dan telah merasakan keuntungan, momen ini bisa dimanfaatkan untuk meraih laba.
Dengan menjual secara bertahap menjadi langkah bijah dibandingkan dengan menjual seeluruh emas yang dimiliki. Cara ini mengurangi resiko apabila terjadi koreksi harga.
Tetapi, kenaikan harga sering muncul rasa takut ketinggalan, terutama bagi inverstor yang belum memiliki emas. Dalam kondisi ekonomi fluktuasi seperti ini, membeli emas secara terburu0buru juga beresiko.
Investor disarakan untuk tetap disiplin dan tidak terpengaruh oleh sentimen sesaat, serta menunggu peluang yang lebih masuk akal. Sedangkan untuk investor jangka panjang pembelian bertahap menjadi strategi bijak.
Strategi tersebut dapat membantu menurunkan resiko fluktuasi harga dan menjaga kosistensi investasi. Selain itu kenaikan harga emas juga bisa menjadi momentum dalam menata ulang komposisi portofolio, dengan mendiversifikasikan aset ke instrumen lain yang lebih stabil.
