Berjibaku di Jalur Curam Darajat, Polisi Jaga Arus Wisata di Tengah Lonjakan 124 Ribu Pengunjung

Berjibaku di Jalur Curam Darajat, Polisi Jaga Arus Wisata di Tengah Lonjakan 124 Ribu Pengunjung
Berjibaku di Jalur Curam Darajat, Polisi Jaga Arus Wisata di Tengah Lonjakan 124 Ribu Pengunjung (istimewa)
0 Komentar

GARUT — Di tengah lonjakan ribuan wisatawan yang memadati kawasan wisata pegunungan Darajat di omen libur Natal dan Tahun Baru, anggota Polsek Pasirwangi harus berjibaku menjaga kelancaran lalu lintas di jalur menanjak yang dikenal curam dan rawan kendaraan mogok.

Upaya ekstra dilakukan aparat kepolisian, termasuk menarik kendaraan yang tidak kuat menanjak akibat muatan penuh.

Langkah cepat ini diambil untuk mencegah kendaraan mundur yang berpotensi memicu kecelakaan dan kemacetan panjang di jalur wisata.

Baca Juga:Wisatawan Masih Padati Arus Lalu Lintas di Garut, Sistem One Way Diterapkan di Beberapa TitikBanyak Manfaat yang Didapatkan Napi Lapas Garut Ketika Produktif Bekerja

Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji menegaskan bahwa kepadatan kendaraan meningkat seiring melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang akhir tahun.

“Banyak kendaraan tidak kuat menanjak karena muatan penuh. Anggota langsung turun tangan melakukan penarikan agar kendaraan tidak mundur dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus kendaraan dan udara dingin pegunungan, anggota kepolisian tetap siaga di titik-titik rawan.

Dengan tenaga dan kehati-hatian, mereka mendorong serta menarik kendaraan satu per satu di jalur sempit dan menanjak demi memastikan arus lalu lintas tetap bergerak.

“Kami berupaya maksimal agar aktivitas wisata berjalan aman dan lancar. Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama,” tegas Aji.

Selain penarikan kendaraan mogok, polisi juga mengimbau para pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan tidak memaksakan muatan berlebih sebelum melintasi jalur menanjak menuju kawasan wisata Darajat.

“Kendaraan yang tidak kuat menanjak biasanya memang karena kondisi kendaraan atau sopirnya yang belum mengetahui kondisi medan di sini seperti bagaimana. Akhirnya memang banyak yang memaksakan diri naik dengan kondisi penumpang yang terlampau banyak sehingga tidak kuat menanjak,” ucapnya.

Baca Juga:Petugas Perlintasan yang Ketahuan Minum Miras Dinonaktifkan KAIMBG di Garut Beralih ke Makanan Kering, Sekda Tegaskan Pemda Tak Punya Kewenangan

Meski begitu, Aji mengaku dirinya tetap menyiagakan anggota di lapangan sepanjang waktu hingga angka kunjungan ke Kawasan Darajat landai.

“Kalau misal sampai malam masih ramai, kami terus bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Aji mengungkapkan bahwa penyiagaan anggota hingga kendaraan untuk menarik mobil wisatawan dilakukan sejak dimulainya operasi Lilin 2025. Dan sejak saat itu, setiap harinya selalu ada saja kendaraan yang terjebak di tanjakan.

0 Komentar